Journalnusantara.com, Jakarta – Peringatan hari jadi keempat tahun Bumi Kreasi Jatiluhur (BKJ) diselenggarakan dengan menggelar webinar spesial bertajuk “How To Build A Start-Up” pada Sabtu (1/11/2025).
Acara ini berhasil menarik minat lebih dari 900 pendaftar yang terdiri dari mahasiswa, peminat bisnis, pekerja, hingga perwakilan dari kalangan akademisi dan pemerintahan.
Webinar ini berfokus pada pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga menciptakan nilai, solusi, dan dampak sosial-lingkungan yang berkelanjutan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Advisor Bumi Kreasi Jatiluhur, A. Ruwindrijarto. Beliau menyoroti pentingnya mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung dalam tas tradisional Papua, noken, dalam berkreasi dan berbisnis.
"Nilai-nilai noken adalah kelenturan, keterbukaan, dan membangun koneksi dengan banyak orang, bahkan koneksi antara manusia dengan alam dan juga Sang Pencipta," ujar Ruwindrijarto.
Pesan ini menjadi penyemangat bagi para peserta agar berani memulai usaha kreatif dengan tetap menjaga koneksi dan kolaborasi satu sama lain.
Materi inti disampaikan oleh Keynote Speaker, Tanissa Puti Rahmadiva, S. Sos., MOS., MCE. Dalam paparannya, Tanissa Puti membagikan perjalanan bisnisnya yang dimulai sejak kecil, dari menjual hasil tanaman hingga merintis berbagai usaha, yang puncaknya adalah mendirikan Bumi Kreasi Jatiluhur.
BKJ sendiri merupakan bisnis sosial berbasis pada pemanfaatan eceng gondok sebagai solusi untuk masalah lingkungan dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menekankan filosofi bisnisnya: “Bisnis terbaik lahir dari titik temu antara apa yang kamu cintai, apa yang kamu kuasai, dan apa yang dunia butuhkan.”
Menurutnya, tujuan utama memulai bisnis adalah membangun perubahan, bukan sekadar berdagang. Pengusaha sejati harus mampu melihat masalah sebagai peluang dan menggunakan ide sebagai jembatan untuk membuat dampak.
Langkah kunci dari ide ke aksi meliputi identifikasi masalah, Design Thinking untuk memahami kebutuhan masyarakat, hingga eksekusi dengan membuat legalitas usaha, mengembangkan Minimum Viable Product (MVP), menerapkan prinsip Lean Startup, dan memanfaatkan digital marketing.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip Triple Bottom Line – People, Planet, Profit, di mana keberhasilan sejati diukur dari manfaat bagi manusia, bumi, dan ekonomi.
Sesi webinar diakhiri dengan sesi berbagi ide bisnis yang interaktif. Antusiasme partisipan terlihat dari munculnya empat ide bisnis yang dinilai paling kreatif dan relevan dengan kebutuhan masa kini:
1. Dita dengan ide layanan makanan sehat praktis, merespons tren gaya hidup sehat.
2. Rifqi dengan ide kursus online kecerdasan buatan (AI) untuk persiapan karir masa depan.
3. Halima dengan ide pengembangan teknologi pertanian di Madura, untuk meringankan pekerjaan petani.
4. Wahyudi dengan ide produksi pelet ikan ramah lingkungan melalui kolaborasi dengan pembudidaya.