Hidup menjadi tarian cinta,
yang tak pernah berakhir
Berasal dari sumber yang sama
seperti air yang mengalir
Yang disebut “baik” atau “buruk”,
hanyalah keindahan dalam berbagai bentuk
Ketika ego telah tiada,
yang tersisa hanyalah cinta
Dalam kondisi ini,
manusia menjadi “penari sejati”
damai di tengah perubahan,
sabar di tengah ujian, dan
penuh syukur di tengah keberlimpahan
Karena mereka menyadari
apa pun yang terjadi
bukanlah sebuah perlombaan
bukan pula sebuah pertarungan
melainkan sebuah tarian
menuju samudra keabadian
Setiap langkah, setiap kejatuhan,
Setiap tindakan, setiap kebangkitan
Adalah irama yang digerakkan Tuhan
Semuanya memberi pelajaran
Malang, 6 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kopi Tubruk, Tradisi Pahit yang Mendekatkan Jiwa Nusantara
Mahasiswa Prodi PMI FDK UIN Bandung Gelar OSPEK di Pesantren Terkeren
Sistem vs Kemanusiaan: Korban Bencana Cianjur Disandera Temuan BPK, Bupati Wajib Ambil Alih Kendali
Mutiara Pagi: Alam Selalu Berbisik (Bagian 2019)
Skandal Dana BOS di Bekasi, BEM PTNU Jabar Desak Audit Total dan Tindak Pidana
Diduga Ada Penyimpangan, Gemah Ripah Minta Disbudpar Cianjur Transparansi dalam Pengelolaan Desa Wisata
Film sebagai Duta Budaya, Menggerakkan Inovasi dan Apresiasi Lokal
JMC Soroti Aktivitas Gudang Tak Berizin di Cianjur, Desak Pemerintah Segera Bertindak
Kuasa Hukum Ponpes Al - Ikhlas Sukaluyu Buka Suara: Tutup Izin dan Pembubaran Melalui Surat Pernyataan Segelintir Warga Adalah Pelanggaran Konstitusi
Urat Nadi Desa, Jalan Menuju Kemajuan