Journalnusantara.com - Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) memberikan apresiasi atas upaya Kementerian Agama (Kemenag) di bawah kepemimpinan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dalam memperjuangkan keadilan bagi madrasah, sekolah, serta kesejahteraan guru dan dosen.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif.
Arip Muztabasani, Presidium Nasional BEM PTNU, menyoroti adanya kesenjangan yang masih terjadi antara sekolah umum dan madrasah, baik dalam hal fasilitas pendidikan maupun kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, upaya Kemenag untuk mengarusutamakan keadilan bagi madrasah dan tenaga pendidik di bawah naungannya patut didukung sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
"Kami melihat adanya ketimpangan yang cukup signifikan antara sekolah umum dan madrasah, terutama dalam hal kesejahteraan guru dan dosen. Inisiatif Kemenag untuk memperjuangkan keadilan ini harus menjadi prioritas nasional," ujar Arip, Senin (17/03/2025).
BEM PTNU mengajukan tiga poin penting yang perlu menjadi fokus Kemenag:
1. Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Dosen
Guru madrasah, terutama yang berstatus honorer, serta dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus mendapatkan perhatian serius. Skema insentif yang adil dan layak perlu segera diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
2. Pemerataan Fasilitas Pendidikan
Madrasah dan perguruan tinggi keagamaan harus mendapatkan dukungan sarana dan prasarana yang setara dengan sekolah umum. Hal ini penting untuk menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
3. Lingkungan Pendidikan yang Ramah dan Kondusif
Program "Madrasah Ramah Anak" dan penguatan lingkungan akademik perlu diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar wacana. Partisipasi aktif dari mahasiswa, akademisi, dan tenaga pendidik diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.
Sebagai organisasi mahasiswa yang mewakili Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia, BEM PTNU berkomitmen untuk mengawal kebijakan ini agar berjalan secara transparan dan memberikan dampak positif bagi seluruh pihak terkait.
"Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Keadilan dalam akses dan kesejahteraan pendidikan harus menjadi prioritas utama. Kami siap menjadi mitra kritis dan konstruktif untuk memastikan kebijakan ini tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar terwujud," tegas Arip.