JournalNusantara.com - Tawuran anatar remaja menjadi sesuatu yang problematik di negara ini. Setiap terjadi tawuran selalu saja ada korban baik dari pelaku tawuran maupun masyarakat yang tidak tahu menahu pangkal penyebab tawurann tersebut.
Pun demikian yang diposting oleh akun @RadioElshinta melalui narasi " JATUH SAAT TAWURAN, JADI BULAN-BULANAN LAWAN Miris, mau jadi apa Remaja Penerus Bangsa ini kalau kelakuannya seperti ini." tulisnya.
Berikutnya, pada Sabtu (01/06/2024) menjelang waktu Subuh. Dugaan sementara 2 kelompok melakukan tawuran di daerah Kebonharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengh. Saat saling kejar ada salah satu orang dari kelompok yang terlibat tawuran terjatuh dan menjadi bulan-bulanan kelompok lawannya @DivHumas_Polri.
Warganetpun turut berkomentar pada akun pengunggah diantaranya komentar akun @Merit0Crazy: "Meskipun satu kelompok tetep aja ujung2nya menyelamatkan diri masing2.. Ketika tertinggal ya ditinggalin..ga ada istilah " No one left behind" Resiko ditanggung sendiri." cuitnya. Lantas komentar dari akun @FiNfie777: "Mereka bercermin dari kejadian Vina Cirebon. bahwa Polisi tidak akan mampu tangkap mereka kalau ada becking Pejabat atau Polisi berpangkat tinggi. Makanya marak dimana mana genk motor…coba telusuri dgn benar, mayoritas genster motor adalah anak Aparat atau pejabat." tulisnya kesal.
Selanjjutnya masih dengan nada yang sama dikemukakan oleh akun @aldilan_: "Bocah2 jgn mau diajak gang2an, mau satu gang ramean tp klo ketangkep lu ttp ditinggal, trus gang lu mau ap bales dendam ? Tangan lu putus bales dendam g balikin tangan lu, mikir skrng usia 20-27 mungkinkliatan keren tp 30+ lu buntung g ad skill jd beban kluarga doang." Kemudian komentar akun @aksioma02: "Remaja generasi penerus bangsa yg bar-bar mau jadi apa (katanya)? Mereka cerminan, sama halnya dgn pejabat negara yg bar-bar melakukan tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, hukum di utak-atik disesuaikan dgn keinginan politik. Sebab-akibat?" pungkasnya. ***
Sumber: Twitter