Sebagai informasi, ada beberapa poin penting yang menjadi hasil FDG tersebut, yaitu:
1. Keterlibatan pemerintah secara terbuka dalam membantu kegiatan pemuda dan pelajar.
2. Pemerintah harus mampu menyelesaikan dan memanfaat kan potensi daerah secara bijak dan merata.
3. Pemerintah dan pemuda harus bergandengan tangan, dalam mewujudkan Cianjur yang maju.
4. Akses regulasi yang terbuka dan transparan.
Intinya, pemuda harus menjadi mitra kritis bukan hanya gerakan gerakan resisten saja tapi kita harus mampu duduk bersama dalam mendiskusi persoalan" pemuda dan masyarakat di kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Keseruan Puteri Indonesia Intelegensia 1 2022 Nonton Konser Blackpink
Diskusi yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu sangat hangat dirasakan oleh para peserta/delegasi terkhusus di kalangan OKP dan lembaga kepemudaan, dimana indeks pembangunan pemuda akan mendongkrak IPM di Kabupaten Cianjur, dengan syarat apabila peran pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mempermudah akses terhadap skill dan potensi anak muda di daerah.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Jadi Pembicara dalam Program Pendidikan Politik Partai Golkar
Kabar Duka, Orang Tua Ketua PWI Cianjur Tutup Usia
Muslim Amerika dan Islamophobia
Memindahkan Kebesaran Al Azhar Mesir ke Indonesia
Terlalu...Mario Dandy Isi Bensin Mobil BMW Mewah, Langsung Kabur !
Keseruan Puteri Indonesia Intelegensia 1 2022 Nonton Konser Blackpink
Kang Emil Dikatain "Maneh" oleh Guru, Sekolah Langsung Pecat, Netizen: Sadis Banget Gubernur Kadrun
Heran...Romo Paskal Bongkar Mafia Perdagangan Manusia, Malah Dipolisikan Oknum BIN !
KPK Tegaskan Pentingnya Transparansi Informasi dan Anggaran
Sekulerisme: Ideologi Jaringan Koruptor