JournalNusantara.com - Usai mengkritik Gubernur Jawa Barat di media sosial, seorang guru yang berasal dari Cirebon diberhentikan dari dua sekolah tempatnya mengajar. Dalam tulisannya, sang guru menggunakan kata maneh yang ditujukan kepada salahsatu unggahan Instagram Ridwan Kamil yang tengah berbicara di hadapan siswa sebuah sekolah dengan menggunakan jas berwarna kuning.
Dalam wawancaranya, Kang emil menjelaskan bahwa ia hanya mempinned komentar guru tersebut, dengan maksud untuk memberikan edukasi dan meluruskan. Namun, Pada kenyataannya Sang Guru malah dipecat dari sekolah tempat ia mengajar.
Tanggapan terkait kasus tersebutpun mengundang banyak akomentar dan status dari berbagai pihak. DIantaranya aadalah Aki Tulalit sebagai pemilik akun @YRadianto. Dalam cuitannya di twitter ia menyatakan: "Lepas dari substansi kritiknya, saya setuju bahwa penggunaan kata "maneh" adalah terlalu kasar (minimal tidak menunjukkan hormat) untuk digunakan di ruang publik, tapi justru itulah kesempatan Akang untuk "mendidik" urang Sunda agar kembali dengan "unggah-ungguhna". Cara Akang seperti membalas sebuah cubitan dengan pukulan bertubi-tubi hingga si pencubit pingsan. Sangat tidak sepadan.
Beda kata 'Maneh' dalam bahasa Jawa dan Sunda (Foto: Twitter @ARSIPAJA)
Berikutnya bermunculan berbagai komentar di akun peunggah, diantaranya adalah akun @chusnulhadiset1: "Pejabat yg bermental penguasa Lupa saat dulu ngemis minta didukung Pejabat kan pelayan rakyat , woey @ridwankamil." cuitnya, lantas akun @alexppratomo: "2012 dia (Gubernur) sendiri bilang arti maneh tuh buat sahabat dekat. Apa setelah jadi pejabat lantas ga bisa jadi sahabat dan harus dipanggil paduka tuanku?." sindirnya keras.
Masih dengan nada yangs ama, muncul dari akun @pejuangind01: "Sadis bgt gubernur kadrun beserta pendukungnya tuh, mangkanya jgn lembek ama kadrun, jgn jadikan mrk jadi pejabat di negara indonesia." tegasnya, dan akun @NoegMatoa: "Nah sudah clear ya, nuhun sadayana, Hayuu....kembali ke "unggah ungguhna" mumpung mau tahun politik sekalian buat ngetes seberapa unggah ungguhna bahasa kita dlm berkomen politik, yg biasanya dlm komen lisan atawa verbal disetiap beberapa kata terselip kata "j***nngg." pungkasnya.
Baca Juga: Memindahkan Kebesaran Al Azhar Mesir ke Indonesia
Setidaknya terdapat respon beragam yakni 21.6K Views, 56 Retweets, 5 Quotes, 233 Likes, dan 532 komentar.***
Sumber: Twitter
Artikel Terkait
Jadi Sorotan Publik, KPK Panggil Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Andhi Pramono
Panwaslu Desa Se-Kecamatan Pagelaran Gelar Patroli Gabungan
Prabowo Subianto Diangkat Jadi Keluarga Kopasgat TNI AU
Siswa SLB Diajarkan Menamam Sayuran di Kota Bandung
Ridwan Kamil Jadi Pembicara dalam Program Pendidikan Politik Partai Golkar
Kabar Duka, Orang Tua Ketua PWI Cianjur Tutup Usia
Muslim Amerika dan Islamophobia
Memindahkan Kebesaran Al Azhar Mesir ke Indonesia
Terlalu...Mario Dandy Isi Bensin Mobil BMW Mewah, Langsung Kabur !
Keseruan Puteri Indonesia Intelegensia 1 2022 Nonton Konser Blackpink