Ia menambahkan bahwa jika dicukur oleh rekannya, ia khawatir hasilnya tidak rapi, yang bisa membuatnya malu saat berhadapan dengan calon mertua keesokan harinya.
Keseruan terus berlanjut hingga acara selesai. Saat panitia sedang beres-beres, terlihat dua orang santri yang masih duduk termenung di pojokan aula hingga sore hari.
Merasa heran, panitia pun langsung menghampiri mereka dan menanyakan alasan mengapa mereka belum juga pulang ke pesantren.
Dengan raut wajah bingung, salah satu santri mengungkapkan bahwa peralatan cukur yang baru saja dibagikan oleh panitia ternyata hilang karena ia lupa menyimpannya.
Dia mengaku takut pulang karena pasti akan ditanya oleh sang kiai di pesantren mengenai keberadaan alat pangkas rambut tersebut.
Begitulah dinamika di balik layar pelatihan RMI PCNU Cianjur. Ada rona kebahagiaan, kepuasan, sekaligus ketegangan yang mewarnai para santri.
Meski diwarnai berbagai drama menggelitik, mereka mengaku sangat bahagia bisa membawa pulang ilmu baru sekaligus satu set peralatan pangkas rambut lengkap. Semoga berkah dan bermanfaat!
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Seorang Pejuang (Bagian 2249)
Rumah Zakat Beri Bantuan Modal Usaha Konter untuk Guru Ngaji di Cianjur
PWI Cianjur Berencana Gugat Media Online Terkait Pemberitaan yang Dinilai Menyudutkan
Sidang Gugatan Pedagang Cibeber, PT Agrinas Dipanggil Ulang oleh PN Cianjur
Pesantren Mama Cipoek Cianjur Gelar Wisuda Angkatan Keenam Najmutssuroya
Mutiara Pagi: Jalan Tak Pernah Buntu (Bagian 2250)
Kapolda Jabar Bekuk Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiyayaan
Lindungi Nasib Petani, Ketua Tani Merdeka Cianjur Desak Pemerintah Jamin Keberlanjutan Program MBG
Sinergi Disbudpar Cianjur dan Toko Nuhun Dorong Kemajuan Seni, Budaya dan Pariwisata
Manipulasi Data Penerima Terbongkar, Bulog Cianjur Pastikan 2,7 Ton Beras Bantuan yang Nyaris Dijual Kembali Aman