JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait pentingnya mendonorkan darah secara berkala.
Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga ketersediaan fasilitas dan stok darah yang aman bagi pemenuhan kebutuhan medis di tingkat daerah.
Ajakan kemanusiaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, di sela-sela agenda aksi donor darah massal yang melibatkan berbagai elemen aparatur pemerintah, jajaran TNI-Polri, serta warga sipil pada Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut dr. Mohammad Wahyu Ferdian, aktivitas donor darah bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang memberikan dampak positif timbal balik, baik bagi keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi maupun bagi stabilitas kesehatan tubuh sang pendonor itu sendiri.
Oleh karena itu, ia mengimbau warga yang telah memenuhi prasyarat medis untuk tidak ragu menyumbangkan darah mereka dalam rentang waktu dua hingga tiga bulan sekali.
"Kami mengajak segenap lapisan masyarakat di Kabupaten Cianjur, tidak terkecuali para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta seluruh instansi pemerintahan, untuk mulai membiasakan diri dan menjadikan donor darah ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang rutin," tutur Bupati Cianjur.
Ia menambahkan bahwa jika partisipasi publik dalam mendonorkan darah semakin luas, maka peluang daerah untuk terbebas dari krisis pasokan darah juga akan semakin besar.
Kendati demikian, dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengingatkan bahwa setiap kantong darah yang disumbangkan tetap harus melalui serangkaian tahapan skrining dan pengujian ketat yang dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Prosedur ini krusial guna menjamin aspek kualitas, higienitas, dan keamanan logistik medis sebelum didistribusikan kepada para pasien di rumah sakit.
Lebih lanjut, ia optimistis jika sinergi antara jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, dan unsur masyarakat dapat berjalan aktif secara berkesinambungan, Kabupaten Cianjur akan mampu mencapai status mandiri dalam penyediaan kebutuhan darah.
Guna mengimbangi semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga berkomitmen penuh untuk menyokong operasional PMI dan fasilitas kesehatan setempat, khususnya melalui pemutakhiran sarana serta prasarana penunjang tindakan donor darah yang relevan dengan perkembangan jenis penyakit saat ini.
Komitmen senada turut ditegaskan oleh Kapolres Cianjur yang diwakili oleh Kompol Mohamad Ardi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran kepolisian di Polres Cianjur siap berdiri di garda depan untuk menyukseskan program kemanusiaan jangka panjang yang diinisiasi oleh pemerintah daerah tersebut.
"Polres Cianjur senantiasa memosisikan diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dinamika Pemerintah Kabupaten Cianjur. Apa pun yang menjadi kebutuhan dasar warga, tentu akan kami dukung sepenuhnya. Tidak terbatas pada aksi donor darah ini saja, kami juga siap menerjunkan personel untuk berpartisipasi dan membantu dalam berbagai agenda kemanusiaan lainnya," ungkap Kompol Mohamad Ardi Wibowo secara lugas.
Melalui rajutan kolaborasi lintas sektoral yang solid antara Pemkab Cianjur, PMI, serta unsur TNI-Polri, pengelolaan stok darah diharapkan dapat terus terjaga dalam kondisi aman.
Artikel Terkait
Putri Sabila, Model Asal Jabar yang Siap Bersinar di Miss Bintang Indonesia 2026
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Bojongpicung Cianjur Tanam Jagung Hibrida di Lahan Dua Hektar
Operasi Pajak Kendaraan di Cianjur Jaring Ratusan Kendaraan dan Dongkrak Pendapatan Daerah
Pemkab Cianjur Wajibkan Ijazah Pendidikan Keagamaan untuk Syarat Masuk SMP
Sekolah Garuda dan Kasta Baru Pendidikan
Menuju MTQH Ke-48 Cianjur, Hitung Mundur Satu Bulan dan Penguatan Sinergi Lintas Sektor
Menjaga Integritas MTQH Ke-48 Cianjur melalui Tertib Administrasi dan Akuntabilitas Anggaran
Mutiara Pagi: Membaca Realita (Bagian 2240)
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Warungkondang Cianjur Panen 6 Ton Jagung Hibrida di Gekbrong