Selamet merinci bahwa tim penilai dibentuk dengan komposisi yang beragam demi menjaga netralitas dan objektivitas hasil. Unsur tim seleksi tersebut melibatkan representasi dari Pemerintah Daerah, jajaran kementerian terkait di tingkat lokal, hingga perwakilan tokoh agama serta masyarakat yang kompeten di bidangnya.
Satu hal yang ditekankan oleh panitia adalah fleksibilitas asal daerah para pendaftar. Seleksi ini tidak dibatasi hanya untuk penduduk lokal beridentitas Cianjur, melainkan terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki kapasitas serta integritas dalam mengelola zakat secara profesional.
Melalui skema seleksi yang ketat ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur menaruh harapan besar untuk mendapatkan pemimpin yang jujur dan inovatif.
"Harapannya, kepengurusan periode baru nanti mampu membawa perubahan positif serta meningkatkan kepercayaan publik dalam penyaluran dana sosial guna menyejahterakan warga kurang mampu di Cianjur," imbuhnya.
Artikel Terkait
Perkuat Literasi Hukum, Pengurus BLCI Kabupaten Cianjur Resmi Dilantik
Mutiara Pagi: Fenomena Zaman (Bagian 2184)
Kepada Wanita
Relawan Jokowi Kritik Pernyataan Jusuf Kalla: Kedaulatan Rakyat dan Kehendak Tuhan Jangan Diklaim Pribadi
BLC Indonesia Tegaskan Bukan Organisasi Profit Tapi Wadah Solidaritas Advokat
LBH Cianjur Desak Polisi Usut Tuntas Tabrak Lari yang Menewaskan Anggotanya
Mutiara Pagi: Kepulangan (Bagian 2185)
Menanti Nyali Pemkab Cianjur Menindaklanjuti Rekomendasi LKPJ
Menakar Konsistensi DPRD Cianjur dalam Mengembalikan Marwah Pengawasan
Polisi Bongkar Modus Peredaran Sabu Setengah Kilogram di Cianjur