masyarakat yang gampang marah
bagai gelombang tanpa arah
datang cepat, menggulung siapa saja
yang berdiri di hadapannya
di ruang digital yang kian riuh
penilaian sering kehilangan ruh
dari potongan informasi yang tak utuh
begitu cepat seseorang jadi tertuduh
karena emosi yang sesaat membakar
kebenaran pun menjadi samar
apalagi saat beda pandangan bertebar
yang benar mudah sekali terlempar
mereka terpikat pada sensasi
melupakan arti verifikasi
lebih percaya pada kecepatan
daripada mencari ketepatan
seseorang segera dinyatakan bersalah
sebelum fakta tersusun secara utuh
karena luka akibat suatu masalah
penilaian pun menjadi keruh
padahal dalam prinsip keadilan
setiap insan berhak atas penjelasan
bukan sekadar vonis dari kerumunan
atau riuhnya suara karena kebencian
Malang, 19 April 2029
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Ciptakan Rasa Aman di Tengah Maraknya Pelecehan Seksual (Bagian 35)
Mutiara Pagi: Sebatas Tahu dan Mengerti (Bagian 2182)
Prediksi Perubahan Besar Peta Politik Amerika Serikat dalam Dua Dekade Mendatang
Kejutan Derbi Suramadu, Madura United Bungkam Persebaya di Gelora Bung Tomo
Mutiara Pagi: Rumah Manusia (Bagian 2183)
Pelantikan Pengurus SAKO Maarif NU Jawa Barat Momentum Siapkan Pemimpin Indonesia Emas 2045
Dugaan Kasus Pelecehan di Pesantren Tak Diproses Hukum, Kini Seluruh Santri Jadi Korban Imbas Konflik Internal
Mengkriminalkan Terminologi Swasembada
Dilantik di Gedung DPRD, Pengurus Tani Merdeka Cianjur Diminta Kuasai Empat Kompetensi
Perkuat Literasi Hukum, Pengurus BLCI Kabupaten Cianjur Resmi Dilantik