GP Ansor Jawa Barat Nilai KDM Tak Serius Selesaikan Masalah Pengangguran

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:46 WIB
Subhan Fahmi, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat. (FOTO: Ist)
Subhan Fahmi, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG - Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat memberikan catatan kritis pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Menurut pandangan Ansor, sampai saat ini KDM belum mampu menyelesaikan masalah utama Jawa Barat, khususnya masalah pengangguran.

"Pemerintahan KDM sudah satu tahun, tapi kami tidak melihat ada upaya serius dalam menyelesaiakan masalah pengangguran, membuka lapangan pekerjaan. Padahal itu fundamental," kata Subhan Fahmi, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat dalam sambutan pada acara Muskerwil, di Gedung PW NU Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Fahmi menilai agenda pembangunan KDM lebih banyak berfokus pada pembangunan infrastruktur, tanpa menyentuh kebutuhan ekonomi dasar masyarakat.

Padahal kebutuhan pekerjaan, merupakan kebutuhan utama yang harus diprioritaskan oleh pemerintahan untuk kesejahteraan masyarakat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus hingga November 2025, Jawa Barat berada di posisi ketiga provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat per Agustus 2025 sebesar 6,77%.

Selain masalah pengangguran, Fahmi juga menyoroti soal perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pesantren dan guru ngaji.

"Rekomendasi eksternal Muskerwil GP Ansor Jawa Barat hari ini, memberikan catatan khususnya pada lemahnya perhatian KDM pada pesantren dan guru ngaji. Ini yang akan terus kami kritisi," tegas Fahmi.

Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II GP Ansor Jawa Barat Tahun 2026 merupakan agenda wajib organisasi yang diselenggarakan setiap tahun.

Pada Tahun ini, juga sekaligus diluncurkan program "Aswaja Bisa" yang merupakan implementasi nilai-nilai aswaja pada bidang ekonomi.

"Aswaja tidak berhenti pada tataran metodologi berpikir dan beragama, tetapi juga pada tataran implementasi pada bidang ekonomi. Kader Ansor harus berdaya dalam bidang ekonomi," imbuh Fahmi.

Acara yang dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus Ansor Jawa Barat ini juga membahas tentang program mudik lebaran 2026.

"Setiap cabang di kota/kabupaten se-Jawa Barat akan membuka minimal 5 posko mudik. Ini bentuk pelayanan kita pada masyarakat yang melintas untuk mudik di jalur Jawa Barat. Silahkan dimanfaatkan ada buka puasa gratis, pijat, dan tentu tempat yang nyaman untuk istirahat," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X