"Ruang komunikasi yang sehat sangat dibutuhkan mengingat pers merupakan jembatan informasi yang vital bagi kepentingan masyarakat luas," tuturnya.
Pendi Yuda menambahkan bahwa implementasi Keterbukaan Informasi Publik sangat bergantung pada komunikasi yang harmonis antara pejabat dan media.
"Transparansi dan kepercayaan masyarakat hanya bisa diraih jika para pemangku kebijakan bersedia membuka diri terhadap klarifikasi pers," tambah dia.
Ia mengakhiri keterangannya dengan menekankan bahwa akses informasi bukan sekadar urusan teknis peliputan, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
"Hal ini diharapkan menjadi pelajaran agar ke depan tidak ada lagi hambatan bagi jurnalis dalam menjalankan kewajiban profesinya di wilayah Cianjur," imbuhnya.
Artikel Terkait
Cara Menjaga Kamar Mandi Tetap Higienis dan Bebas Kuman
Berbagi Momen Buka Puasa di Grand Aston Puncak Berhadiah Menginap Gratis
Sambut Ramadhan, Yayasan Adda Cendekia Madani Gelar Pesantren Kilat Daring Gratis Berhadiah
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, Mojang Jajaka Kabupaten Bogor Galang Donasi untuk Anak Yatim
Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, KOPRI STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar Aksi Bagi Takjil
Mutiara Pagi: Di Bawah Bayang-bayang Perang (Bagian 2139)
Kunjungi Desa Benjot, Bupati Cianjur Janjikan Pembangunan Fisik hingga Bantuan Sosial Spontan
Titik Nadir
Tragedi di Ladang Labu Siam: Saat Kemiskinan Berbenturan dengan Hukum
Tombo Ati Ramadhan: Menemukenali Rumus Tuhan Masa Depan