Peran Vital Masyarakat dalam Pembangunan Jalan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 6 November 2025 | 20:00 WIB
Proposal Tak Kunjung Ditindaklanjuti Pemda, Warga Kuluan Gotong Royong Perbaiki Jalan Sendiri (Ist)
Proposal Tak Kunjung Ditindaklanjuti Pemda, Warga Kuluan Gotong Royong Perbaiki Jalan Sendiri (Ist)

Journalnusantara.com - Pembangunan dan pemeliharaan jalan, khususnya di tingkat desa dan lingkungan, tidak akan berhasil secara berkelanjutan tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat. Partisipasi ini melampaui sekadar menikmati hasil proyek; ia adalah wujud nyata dari Gotong Royong, sebuah nilai luhur yang memastikan infrastruktur tidak hanya dibangun, tetapi juga dirawat dan dijaga kepemilikannya oleh warga setempat.

Bentuk Partisipasi Masyarakat

Tahap Perencanaan (Musrenbang): Masyarakat harus aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa. Di sini, warga dapat mengusulkan prioritas jalan mana yang paling mendesak untuk dibangun atau diperbaiki, berdasarkan kebutuhan nyata, bukan hanya kepentingan segelompok kecil orang. Usulan yang didukung data dan dampak ekonomi akan lebih mudah dipertimbangkan.

Tahap Pelaksanaan (Tenaga dan Bahan): Partisipasi paling terlihat adalah melalui kontribusi tenaga kerja sukarela atau sumbangan material lokal seperti batu dan pasir. Keterlibatan ini secara langsung dapat memangkas biaya proyek (RAB) dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun. Misalnya, warga dapat bergotong royong menyiapkan lahan, membersihkan saluran air, atau membantu pengecoran.

Tahap Pengawasan dan Pemeliharaan: Ini adalah peran jangka panjang yang paling krusial. Masyarakat bertindak sebagai pengawas sosial untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar dan anggaran. Setelah jalan selesai, partisipasi berlanjut dalam bentuk pemeliharaan rutin, seperti membersihkan drainase atau menutup lubang kecil yang baru muncul. Kesadaran merawat jalan sebagai aset bersama akan memperpanjang usia pakai jalan dan menjamin manfaatnya terus dirasakan.

Ketika masyarakat terlibat penuh, jalan yang dibangun akan menjadi "jalan kita", bukan sekadar "jalan pemerintah". Hal ini memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar berorientasi pada kebutuhan rakyat dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X