Journalnusantara.com, Cianjur - Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Istiqlaal Cicantu, Hegarmanah, Sukaluyu, Cianjur, Rabu (15/10/2025), pengurus Idarah Syu'biyah Jam'iyyah Ahli Thariqah Al Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) NU Kabupaten Cianjur masa khidmat 2025-2029 resmi dilantik.
Pelantikan tersebut berlangsung sangat khidmat dan dipimpin langsung oleh Mudir Aam JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum. Beliau didampingi oleh Mudir Idarah Wustho JATMAN Jawa Barat, KH. Endang Syamsudin.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk Kabag Kesra Setda Cianjur, H. Slamet Riyadi (mewakili Bupati Cianjur), perwakilan Polres Cianjur, Kodim 06/08 Cianjur, Kasi PD Pontren Kemenag Cianjur, H. Qohar Abdul Azij.
Lalu perwakilan BAZNAS Kabupaten Cianjur, Sekretaris MUI Cianjur, KH. Saepul Ulum, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur, KH. Kamali Abdul Ghani, pengurus Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cianjur, ketua lembaga dan Banom di lingkungan PCNU Cianjur, serta para pimpinan pondok pesantren.
Total sekitar 200 orang pengurus JATMAN tingkat kabupaten (Syu'biyah) dan tingkat kecamatan (Ghunsiyyah) se-Kabupaten Cianjur turut hadir.
Dalam sambutannya, KH. Ali Masykur Musa berharap JATMAN Cianjur dapat menjadi kekuatan moral dan akhlak dalam membangun masyarakat Cianjur yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.
"Insya Allah dengan dilantiknya JATMAN Cianjur ini, bisa menjadi pengayom, penyejuk, dan perekat umat. Kami berharap JATMAN selalu berada di tengah-tengah masyarakat, mengajak zikir mengingat Allah SWT untuk kebersihan jiwa dan hati (tazkiyyatun nafs wal qolb), serta berbuat baik kepada sesama makhluk Allah SWT (hablum minallah, hablum minannas, hablum minal alam) agar Cianjur aman, damai, dan tenteram," ucapnya.
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cianjur, KH. Kamali Abdul Ghani, mengatakan bahwa sebagai wadah pengamal tariqah mu'tabarah (diakui/terpercaya) di lingkungan NU, JATMAN harus hadir di setiap diri, keluarga, masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Fikih itu ibarat cangkang. Kalau tidak bertariqah, maka kita hanya menjalankan rutinitas kewajiban saja tanpa ada esensinya. Maka kami berharap para pengamal tariqah untuk selalu mengamalkan inti ajaran tariqah, yaitu berzikir, serta mengajak kepada warga Cianjur, terutama warga Nahdliyyin, untuk bersama-sama bertariqah supaya hati menjadi tenteram (muthmainnah)," ungkap pimpinan Ponpes Al Ittihad ini.
Sementara itu, Ketua Idarah Wustho JATMAN Jawa Barat, KH. Endang Syamsudin, menjelaskan bahwa baru kali ini sepanjang sejarah, konsolidasi JATMAN turun sampai ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, bahkan ke kampung-kampung.
"Alhamdulillah, Jawa Barat menjadi salah satu yang tercepat dalam hal konsolidasi pengurus JATMAN. Baru kali ini di masa kepemimpinan KH. Chalwani dan KH. Ali Masykur Musa, selama 20 tahun JATMAN hadir di tengah masyarakat, konsolidasi pengurus sampai ke tingkat desa dan RT/RW, ini luar biasa. Insya Allah, dengan masifitas pergerakan seperti ini, JATMAN akan terus berkembang di Jawa Barat, khususnya dalam menciptakan Jabar Istimewa lahir dan batin," tuturnya.
Sementara itu, KH. Badruzzaman sebagai Ketua Baru JATMAN Cianjur dalam sambutannya mengajak para pengurus untuk kompak dan fokus pada tugas.
"Saya tegaskan bahwa JATMAN adalah satu-satunya wadah bagi para pengamal tariqah di lingkungan NU. Orang NU jangan sampai menoleh sana menoleh sini," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa JATMAN lahir dari rahim NU dan akan tetap selalu menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama. Pihaknya punya tanggung jawab besar di Kabupaten Cianjur, bagaimana mengajak, menyebarkan, dan melestarikan ajaran tariqah serta menjadi fondasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Artikel Terkait
Aliansi Santri Pergerakan Serukan Aksi Boikot Trans7
Mensakralkan Guru: Membandingkan Tradisi Penghormatan dalam Buddhisme Vajrayana dan Islam Tasawuf
Lecehkan Dunia Pesantren, GP Ansor Cianjur Desak Langkah Hukum dan Etik bagi Trans7
PW IPNU Jawa Barat Desak Trans7 Klarifikasi dan Minta Maaf atas Tayangan yang Dinilai Lecehkan Pesantren
Mutiara Pagi: Madrasah Kehidupan (Bagian 1998)
Penjaga Pintu Kudus
PKB Cianjur Kecam Keras Tayangan 'Xpose Uncensored' Trans7 yang Dinilai Lecehkan Kehormatan Kiai dan Pesantren
Benteng Iman Bangsa: Peran Krusial Mukmin Intelektual dan Aparatur Negara dalam Mengawal Arah Baru Indonesia (Asta Cita)
Mutiara Pagi: Di Balik Bayang Teror (Bagian 1999)
Jabatan: Antara Amanah, Ujian Integritas, dan Tanggung Jawab Kehidupan