Pertanyaan pun menggantung di publik yaitu mengapa proyek-proyek rawan pengadaan justru meningkat, sementara program pemberdayaan rakyat dipangkas?
Jika DPRD dan masyarakat membiarkan, Cianjur berisiko memasuki babak kelam sejarah keuangan daerah rakyat menanggung beban, segelintir pihak berpesta.
Artikel Terkait
Tadabbur Ayat-ayat Pendidikan
Jurnalisme Profetik, Antara Idealisme dan Realitas Industri
Menelisik Karut-marut Royalti Musik, Kalisa Putri Menjawab Lewat Tesis Hukum
Demisioner Presma STAI Al-Azhary Dandi Kusnadi, Wakili Indonesia di Young ASEAN Islamic Leader Future 2025
Mahasiswa KKN Kelompok 7 Bersama SMK Mutiara Qolbu dan Warga Desa Sindangsari Laksanakan Penanaman Bibit Tumbuhan
Mahasiswa KKN Kelompok 5 STAI Al Azhary Cianjur Gelar Seminar Pelatihan MC di Pondok Pesantren Attaqwa
Pondok Literasi Resmi Dibuka, Mahasiswa KKN 9 STAI Al-Azhary Luncurkan Buku untuk Masyarakat
Pasar Syariah Sambut HUT RI, Mahasiswa KKN 9 STAI Al-Azhary Berdayakan UMKM Desa Sukajadi
Mutiara Pagi: Tentang Kemerdekaan (Bagian 1932)
Mutiara Pagi: Harga Kemerdekaan (Bagian 1933)