Journalnusantara.com, Cianjur - Aula Kecamatan Pagelaran menjadi saksi pelaksanaan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STIT Al-Azami Tahun 2025.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.14 WIB ini dihadiri unsur pimpinan kampus, jajaran yayasan, camat dan perangkat daerah, kepala desa, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta KKM.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia KKM, Tedy Gandara, M.Pd., yang menyampaikan terima kasih atas dukungan Kecamatan Pagelaran dan perangkat desa.
Dalam laporannya, ia menyebut KKM 2025 diikuti 65 mahasiswa yang akan mengabdi selama satu bulan di enam desa: Karangharja, Sindangkerta, Bunijaya, Pangadegan, Situhiyang, dan Buniwangi. Tahun ini, KKM mengusung tema “Mahasiswa Berkarya untuk Negeri: Inovasi, Edukasi, dan Aksi Nyata dalam Pemberdayaan Masyarakat”.
Ketua Yayasan STIT Al-Azami, Fazrin Syaibatul Hamdi, S.Pd., memberikan apresiasi dan motivasi agar mahasiswa memanfaatkan KKM sebagai momentum penerapan ilmu dan pembentukan karakter. Ia juga menegaskan harapan agar kampus dapat berkembang menjadi institut dalam waktu dekat.
Sementara itu, Ketua STIT Al-Azami, Diansyah Permana, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung. Ia menitipkan mahasiswa kepada pemerintah desa setempat dan berpesan agar mereka menjaga integritas, etika, dan nama baik almamater.
“Datang disambut baik, pulang dirindukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima media online Journalnusantara.com, Selasa (12/8/2025).
Camat Pagelaran, Reki Nopendi, S.STP., mengungkapkan apresiasi atas kontribusi STIT Al-Azami terhadap pembangunan sosial dan sumber daya manusia di wilayahnya.
Ia menekankan bahwa KKM mengembangkan tiga ranah pembelajaran afektif (pembentukan karakter dan nilai sosial), psikomotorik (keterampilan praktis dan kepemimpinan), serta kognitif (wawasan akademik dan budaya lokal).
Presiden Mahasiswa STIT Al-Azami, Denda Juanda, turut menyampaikan kebanggaan dan rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan KKM.
“Pengabdian bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bentuk nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang kami pelajari,” katanya. Ia mengajak seluruh peserta menjaga kebersamaan, kerja kolektif, dan sikap rendah hati.
“Semoga setiap langkah selama satu bulan ke depan meninggalkan jejak kebaikan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Meneladani KH Abdullah bin Nuh: 7 Prinsip Hidup untuk Umat dan Bangsa
Mutiara Pagi: Yang Diperebutkan (Bagian 1928)
HUT ke-27 IJTI, Herik Kurniawan Ajak Jurnalis Tegak Hadapi Disrupsi Media
KUA-PPAS Cianjur 2026 Jebol, Ada Potensi Pelanggaran Hukum dan Ingkari Janji Politik
Terkait Isu Penyelewengan Dana Hibah, Ketua KPAID Cianjur Siap di Audit
Rakorwil LP Ma'arif NU dan Pembaiatan Sako Pramuka Pandu Maarif NU Jabar, Ikrar Penguatan Kolaborasi Pendidikan dan Kepanduan
Taman Cerita Ceria KKN STAI Al Azhary Bangkitkan Semangat Literasi Anak Muda di Cibanteng
Mutiara Pagi: Di Balik Baju Perlente (Bagian 1929)
Lindungi Masa Depan Remaja, KKN 9 STAI Al-Azhary Cianjur Adakan Penyuluhan Bahaya Seks Bebas
Mutiara Pagi: Berkibarlah Benderaku (Bagian 1930)