Journalnusantara.com, Bandung — LP Ma’arif NU Jawa Barat bersama Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 9–10 Agustus 2025 di Balai Diklat Keagamaan, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.
Kegiatan bertema “Mencintai Indonesia dengan Riang Gembira” ini dibuka oleh Ketua Umum LP Ma’arif NU PBNU, Prof. Dr. H. Mohammad Ali Ramdani, M.T., serta menghadirkan keynote speech dari KH. Habib Syarif (Komisi X DPR RI) dan KH. Dr. Maman Imanul Haq (Komisi VIII DPR RI).
Ketua LP Ma’arif NU Jawa Barat sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rahmah, M.Pd., menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah pendidikan Ma’arif NU sekaligus membangun sinergi dengan gerakan kepanduan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memimpin pengukuhan Pengurus Pinsako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat periode 2025–2030, dengan Fitria Nur Rosyidah, M.Pd., terpilih sebagai Ketua Sako.
FGD bertajuk “Harapan dan Kenyataan Pendidikan di Jawa Barat” turut digelar dengan menghadirkan narasumber nasional dan daerah.
Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Nasional, H. Mujiburrahman, memberikan arahan agar seluruh pengurus menjadi teladan kepanduan berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Panitia pelaksana, Sany Rahmah Padilah, M.Pd., juga mengajak seluruh peserta menyukseskan Perkemahan Kemanusiaan Internasional pada 21–26 Oktober 2025 di Malang, dengan target Jawa Barat mengirim 1.000 peserta.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, dan capacity building untuk melatih strategi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
LP Ma’arif NU bersama Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat meneguhkan komitmen melahirkan generasi muda berkarakter, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Artikel Terkait
Aktivis KOPRI PMII Cianjur Desak Evaluasi Total KPAI dan DP2KBP3A Terkait Dugaan Pelanggaran
Mutiara Pagi: Peta Hati (Bagian 1927)
Menkeu Sri Mulyani Diragukan Kredibilitasnya, Dianggap Sekelas Lulusan SMP
Menanti Momongan, Menyulam Harapan di Setiap Doa
Kado Seperempat Abad Unisla, Wakil Rektor Tulis Buku tentang Deep Learning
Meneladani KH Abdullah bin Nuh: 7 Prinsip Hidup untuk Umat dan Bangsa
Mutiara Pagi: Yang Diperebutkan (Bagian 1928)
HUT ke-27 IJTI, Herik Kurniawan Ajak Jurnalis Tegak Hadapi Disrupsi Media
KUA-PPAS Cianjur 2026 Jebol, Ada Potensi Pelanggaran Hukum dan Ingkari Janji Politik
Terkait Isu Penyelewengan Dana Hibah, Ketua KPAID Cianjur Siap di Audit