Jangan salah, kawan!
Mereka tak bermaksud untuk melawan
Hanya membaca peta yang kau suguhkan
Yang kau lukis dan tandai sendiri
Dengan pena dan kata-katamu yang suci
Tak salah arah, sahabat!
Hidup pandai mengirim alamat
Kata-kata yang dulu kau sebut penjilat
Kini pulang sebagai pengingat
Lengkap dengan perangko balasan
Seperti gema yang selalu kau teriakkan
Begitu lincah kau hembuskan hina
Laksana kacang lupa kulitnya
Tertawa nyaring saat orang lain jatuh
Seperti gendang sirkus yang sedang ditabuh
Mengaduk aib seperti gula
Manis di bibir, getir di dada
Kini senyum pun tinggal tipis
Saat mereka sadar, semua hanya pemanis
Bukan mereka yang menghakimi
Tapi waktu yang bercerita
Setelah Tuhan membuka ulang peta hati
Semua tahu rencana yang sebenarnya
Tanpa harus saling menyalahkan
Berhentilah menanam sikap menjatuhkan
Bukankah ayat itu selalu membisikkan:
"Janganlah berjalan di bumi dengan kesombongan,
sebab engkau takkan menembus bumi,
dan takkan menjulang setinggi gunung."
Malang, 9 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Merancang Konflik dan Menari di Atas Luka
Memimpin Tanpa Mendidik
Mutiara Pagi: Berzikir dengan Kata (Bagian 1925)
Mahasiswa KKN 79 Dukung Penilaian Hatinya PKK di Desa Sojopuro
Kampanye Lingkungan: Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Tempelkan Pesan Edukasi Sampah
Mutiara Pagi: Kita Hanyalah Pelayar (Bagian 1926)
Quo Vadis Recht Staat
Jerat Pajak Makin Sadis, Indonesia Itu Pancasilais Atau Kapitalis?
Kelompok 7 KKN STAI Al-Azhary Desa Sindangsari Gelar Sosialisasi Program Kerja
Aktivis KOPRI PMII Cianjur Desak Evaluasi Total KPAI dan DP2KBP3A Terkait Dugaan Pelanggaran