Tahlilan: Doa dan Rindu yang Mengalir
Acara tahlilan insya Allah akan dihadiri oleh alumni pesantren Sunanulhuda, baik mutaqaddimin maupun muta’akhirin, dari berbagai kota bahkan luar pulau Jawa. Juga akan hadir jamaah pengajian malam Sabtu, jamaah sholawatan malam Rabu, para orang tua santri, serta masyarakat umum dan para muhibbin.
Tahlil bukan hanya ritual, tapi juga wujud cinta dan penghormatan atas perjuangan Ibu Sepuh dalam dunia pendidikan dan pengasuhan pesantren. Semoga seluruh doa dan amal jariyahnya menjadi cahaya penuntun di alam kubur.
Journalnusantara.com menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik almarhumah dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Artikel Terkait
Kekuatan Militer Iran, Strategi Pertahanan dan Pengaruh Regional
Militer Israel, Teknologi Canggih dan Strategi Pertahanan Modern
Militer Amerika Serikat, Kekuatan Global dengan Dominasi Teknologi
Mutiara Pagi: Proxy War (Bagian 1878)
Membangun Disiplin dan Wibawa: Pelatihan Protokol Resmi Digelar
Pemekaran Jawa Barat, Antara Harapan Pemerataan dan Tantangan Otonomi Baru
PKB Cianjur Inisiasi Dialog Pembangunan untuk Wujudkan Politik Substantif
Lise Meitner, Ibu Bom Atom yang Dihapus dari Sejarah dan Menolak Kehancuran
Tragedi KMP Tampomas II: Neraka 40 Jam di Laut Jawa, Ratusan Jiwa Melayang
Mutiara Pagi: Api Cinta (Bagian 1879)