Belajar dari Nelson Mandela
Tidak seorang pun dilahirkan
Untuk membenci orang lain
Meskipun realita membuktikan
Seolah-olah tak ada pilihan lain
Berjuang selama puluhan tahun
Mandela menentang kebijakan apartheid
Agar tidak sampai turun temurun
Menjadi warisan yang teramat pahit
Penghargaan Nobel Perdamaian
Yang dianugerahkan kepadanya
Bahwa perdamaian tanpa kekerasan
Hendaknya dijadikan pilihan utama
Perbedaan latar belakang dan agama
Bukan alasan melakukan diskriminasi
Ideologi yang tidak sama
Bukanlah alat untuk membenci
Dari perjalanan hidup Mandela
Ada cahaya yang tak pernah padam
Bagaimana mempersatukan rakyat Afrika
Dengan tidak memilih balas dendam
Sebagai manusia biasa
Mandela pun tentu bisa membenci
Namun dalam realita yang ada
Yang diajarkan untuk bisa mencintai
Malang, 22 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Hujan Lebih dari Sekadar Tetesan Air, Sebuah Potensi Kehidupan
Menciptakan Oasis di Tengah Panas, Rahasia Rumah Sejuk dan Adem
Sawala Perdana Dewan Kebudayaan Sunda Jabar, Sinergi Pelestarian Budaya Lokal
Kekuatan Militer Iran, Strategi Pertahanan dan Pengaruh Regional
Militer Israel, Teknologi Canggih dan Strategi Pertahanan Modern
Militer Amerika Serikat, Kekuatan Global dengan Dominasi Teknologi
Mutiara Pagi: Proxy War (Bagian 1878)
Membangun Disiplin dan Wibawa: Pelatihan Protokol Resmi Digelar
Pemekaran Jawa Barat, Antara Harapan Pemerataan dan Tantangan Otonomi Baru
PKB Cianjur Inisiasi Dialog Pembangunan untuk Wujudkan Politik Substantif