Hasil MTQ Kurang Memuaskan, MUI Cianjur Buka Suara

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 09:43 WIB
MUI Cianjur buka suara perihal menurunnya prestasi kafilah MTQ (Foto: dok. MUI Cianjur)
MUI Cianjur buka suara perihal menurunnya prestasi kafilah MTQ (Foto: dok. MUI Cianjur)

 

Journalnusantara.com, Cianjur - Gelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Provinsi Jawa Barat telah selesai dilaksanakan. Hasilnya Kabupaten Bekasi keluar sebagai juara umum.

Adapun Kabupaten Cianjur dalam MTQ tahun 2024 kali ini mendapatkan hasil minor alias kurang memuaskan, yaitu peringkat ke-25 dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Hal tersebut menjadi perbincangan masyarakat baik di darat maupun di dunia maya. Pasalnya Kabupaten Cianjur dikenal dengan sebutan tatar santri dibuktikan banyaknya pesantren yang ada di mana-mana.

Tak terkecuali dalam hal ini Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur buka suara perihal hasil kurang beruntung yang didapatkan kafilah Kota Tauco tersebut.

"Dengan hasil yang telah didapatkan, artinya ke depan semua pihak harus bahu membahu memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang sudah ada agar lebih baik lagi," kata Ketua MUI Cianjur, KH Abdul Rauf, pada Sabtu (11/05/2024).

Menurut Aang Abdul Rauf sapaan akrabnya menyebutkan, bahwa jika dengan nihilnya perolehan nilai oleh kafilah dari Kota Santri, maka harus ada evaluasi untuk peningkatan kualitas peserta.

"Harus ada peningkatan kualitas dalam berbagai sisi dari Cianjur agar bisa berprestasi di tingkat provinsi. Kita harus rembug, seperti apakah polanya, harus ada pembinaan lebih intensif atau pun hal lainnya seperti di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)," tuturnya.

Menurutnya, bahwa kekalahan telak Kabupaten Cianjur di MTQ tingkat Provinsi Jabar memperlihatkan jika kualitas kabupaten/kota lain lebih tinggi dari pada Kota Santri sendiri.

"Bukan berarti perwakilan Cianjur kualitasnya jelek, karena mereka yang berlomba merupakan hasil seleksi dan pemenang tingkat Kabupaten Cianjur. Kekalahan terjadi karena kabupaten/kota lain lebih baik," tandasnya menutup pernyataan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X