Dengan diperolehnya gelar tersebut, maka ia berhak memimpin prajurit sebanyak 1.200 jiwa dari Kesultanan Cirebon dan mendapat tugas dari penerus Syekh Syarif Hidayatullah untuk mendirikan kerajaan kecil di wilayah kosong bekas wilayah Pajajaran.
Lokasi menuju peziarahan harus menempuh sekitar 170 anak tangga. Sekitar tahun 1691-1692 M, Raden Aria Wiratanu mendirikan kerajaan di tanah kosong bekas kekuasaan Kerajaan Pajajaran dengan membawa pasukan sekitar 1.200 jiwa yang menjadi cikal bakal Cianjur.
Namun sebelum mendirikan kerajaan di lokasi tersebut, Raden Aria Wiratanu lebih dulu berzikir di kawasan Sagalaherang, Subang untuk meminta petunjuk.
Baca Juga: 11 Tahun Pernikahan Dijalani Tanpa Gosip, Dodi Hidayatullah Resmi Bercerai
Adapun petunjuk yang ia peroleh pada saat itu adalah ia diminta untuk mendirikan kerajaan di kawasan selatan sebelah barat.
Sedangkan pada petunjuk lainnya, wilayah yang harus dijadikan kerajaan itu adalah sebuah wilayah yang sering dijadikan tempat mandi badak berwarna putih. Raden Aria Wiratanu akhirnya menemukan tempat pemandian badak putih tersebut dengan membawa pasukannya.
Dalam perjalanan membawa pasukan, ada beberapa tempat yang kini namanya masih dipakai di Cianjur, yakni Rancabali, saat ia menemukan kawasan rawa lalu pasukan balik lagi; Sayang Heulang, tempat ia menemukan pepohonan tinggi dan banyak sarang elangnya; Salakopi, tempat para pasukannya bersama keluarga memetik biji kopi sebagai perbekalan; dan Pamoyanan, tempat berjemur.
Raden Aria Wiratanu kemudian tidak hanya menyebarkan agama Islam di wilayah Cianjur, tetapi juga di Sukabumi dan sebagian wilayah Bogor.
Memasuki usia lanjut, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Aria Wiramanggala yang bergelar Raden Aria Wiratanu Datar Tarikolot.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Presiden Jokowi Wanti-Wanti Panglima TNI
Sedangkan ia sendiri berangkat menuju arah utara mendirikan perguruan Islam di wilayah Cikalongkulon.
Sekitar tahun 1695 Masehi, Raden Aria Wiratanu tutup usia dan kemudian disemayamkan di bukit Pasir Gajah, Kampung Majalaya, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon.
Lokasi ini kemudian menjadi tempat peziarahan yang tidak pernah sepi dari pengunjung dari berbagai wilayah hingga saat ini.
Mumpung senggang, hayu sempatkan waktu untuk berziarah ke makam dalem Cikundul, Cikalongkulon, Cianjur.
Artikel Terkait
Pelaku Pelecehan Seksual Universitas Gunadarma Perpanjang Kasus Persekusi, "Sekarang Berstatus Menjadi Korban"
Amerika Serikat Klaim NATO Mampu Hancurkan Rusia dalam Waktu 3 Hari
Gaungkan Nasionalisme Melalui Makanan, Arief Rosyid ‘Urunan’ Jadi Investor Resto Indonesia di Madrid
Nama Besar dan Popularitas
Irjen Krishna Murti Tak Segan Memblokir Akun Instagram Orang Jika Ditanya Kasus yang Dialami oleh Ferdy Sambo
Kapolri Janji Tidak Akan Ada Gas Air Mata Dalam Pertandingan Piala AFF 2022
Beberapa Contoh Ucapan Selamat Hari Ibu dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
Jadwal, Statistik dan Susunan Pemain Persib Bandung vs Persita Tangerang
Video Viral, Diduga Nikita Mirzani 'Ngamuk' Usai Jalani Persidangan di PN Serang
Aww...Istri Rasa Vanila Selingkuhan Rasa Manggo, Alasan Suami Berselingkuh Karena Bosan !