Neza Dhania Bicara Digitalisasi UMKM sebagai Pilar Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 16:11 WIB
Foto: Mojang Kameumeut Purwakarta 2025, Neza Dhania. (FOTO: ampstudio)
Foto: Mojang Kameumeut Purwakarta 2025, Neza Dhania. (FOTO: ampstudio)

JOURNALNUSANTARA.COM, PURWAKARTA - Dunia ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, kini memiliki sosok inspiratif muda yang berfokus pada pemberdayaan lokal.

Neza Dhania, mahasiswi program studi S1 Administrasi Bisnis di Telkom University, tengah menjadi perhatian publik setelah menyandang gelar sebagai Mojang Kameumeut Purwakarta 2025.

Dalam hal ini gadis berusia 19 tahun asal Kecamatan Cempaka ini memiliki kecintaan mendalam pada pembuatan konten, penyuntingan video, hingga tata rias wajah.

Melalui akun Instagram pribadinya @neza.dhnia, ia secara konsisten membagikan aktivitas kreatif yang juga menjadi bagian dari hobinya dalam mengeksplorasi potensi usaha mikro kecil dan menengah di daerahnya.

Deretan Prestasi dan Pengalaman Strategis

Keberhasilan Neza meraih posisi sebagai Mojang Kameumeut bukanlah tanpa alasan. Ia tercatat memiliki rekam jejak yang baik di bidang komunikasi dan konten digital, termasuk pengalaman sebagai muse untuk berbagai proyek kreatif serta sesi pemotretan promosi.

"Tidak hanya itu, saya juga aktif terlibat langsung dalam berbagai kampanye promosi budaya dan pariwisata daerah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Journalnusantara.com, pada Sabtu (3/1/2026)

Pengalamannya sebagai pembuat konten yang fokus pada produk-produk lokal Purwakarta memberikan nilai tambah yang kuat dalam upayanya membangun citra positif daerah melalui media sosial.

Kontribusi Melalui Latar Belakang Pendidikan

Kemudian lebih lanjut ketertarikan Neza pada ajang Mojang Jajaka Purwakarta bermula dari dorongan kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya.

Dengan bekal keilmuan di bidang ekonomi dan bisnis, ia memandang ajang tersebut sebagai wadah yang ideal untuk menyelaraskan antara kemampuan akademik dan minat kreatifnya.

"Saya melihat Moka sebagai sarana yang tepat untuk mengembangkan diri sekaligus memaksimalkan promosi pariwisata Purwakarta," ungkap Neza saat menjelaskan alasannya terjun ke dunia duta daerah. Ia merasa pengalamannya di dunia digital sangat relevan untuk memajukan sektor ekonomi kerakyatan.

Advokasi Digital untuk Pelaku UMKM

Melalui advokasi yang dijalankannya, Neza menitikberatkan pada dukungan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar digital yang semakin ketat. Ia menyoroti bahwa produk lokal di Purwakarta memiliki keragaman dan kualitas yang sangat bersaing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kerjasama Media Online dengan Hotel

Senin, 6 April 2026 | 06:38 WIB
X