JOURNALNUSANTARA.COM, PURWAKARTA - Dunia ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, kini memiliki sosok inspiratif muda yang berfokus pada pemberdayaan lokal.
Neza Dhania, mahasiswi program studi S1 Administrasi Bisnis di Telkom University, tengah menjadi perhatian publik setelah menyandang gelar sebagai Mojang Kameumeut Purwakarta 2025.
Dalam hal ini gadis berusia 19 tahun asal Kecamatan Cempaka ini memiliki kecintaan mendalam pada pembuatan konten, penyuntingan video, hingga tata rias wajah.
Melalui akun Instagram pribadinya @neza.dhnia, ia secara konsisten membagikan aktivitas kreatif yang juga menjadi bagian dari hobinya dalam mengeksplorasi potensi usaha mikro kecil dan menengah di daerahnya.
Deretan Prestasi dan Pengalaman Strategis
Keberhasilan Neza meraih posisi sebagai Mojang Kameumeut bukanlah tanpa alasan. Ia tercatat memiliki rekam jejak yang baik di bidang komunikasi dan konten digital, termasuk pengalaman sebagai muse untuk berbagai proyek kreatif serta sesi pemotretan promosi.
"Tidak hanya itu, saya juga aktif terlibat langsung dalam berbagai kampanye promosi budaya dan pariwisata daerah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Journalnusantara.com, pada Sabtu (3/1/2026)
Pengalamannya sebagai pembuat konten yang fokus pada produk-produk lokal Purwakarta memberikan nilai tambah yang kuat dalam upayanya membangun citra positif daerah melalui media sosial.
Kontribusi Melalui Latar Belakang Pendidikan
Kemudian lebih lanjut ketertarikan Neza pada ajang Mojang Jajaka Purwakarta bermula dari dorongan kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya.
Dengan bekal keilmuan di bidang ekonomi dan bisnis, ia memandang ajang tersebut sebagai wadah yang ideal untuk menyelaraskan antara kemampuan akademik dan minat kreatifnya.
"Saya melihat Moka sebagai sarana yang tepat untuk mengembangkan diri sekaligus memaksimalkan promosi pariwisata Purwakarta," ungkap Neza saat menjelaskan alasannya terjun ke dunia duta daerah. Ia merasa pengalamannya di dunia digital sangat relevan untuk memajukan sektor ekonomi kerakyatan.
Advokasi Digital untuk Pelaku UMKM
Melalui advokasi yang dijalankannya, Neza menitikberatkan pada dukungan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar digital yang semakin ketat. Ia menyoroti bahwa produk lokal di Purwakarta memiliki keragaman dan kualitas yang sangat bersaing.
Artikel Terkait
Ketika Hybrid Intelligence Menjadi Sekutu Terbaik Para Leader
Menjatuhkan Orang Lain Untuk Terlihat Lebih Tinggi
Buah yang Bagus untuk Kulit
Mutiara Pagi: Arus Waktu (Bagian 2077)
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 2 Januari 2026: Galeri24 dan UBS Turun atau Naik?
Soal Duel Persib vs Ratchaburi di Babak 16 Besar ACL Two, Hodak Singgung Tantangan Berat bagi Timnya
Pertumbuhan Ekonomi Cianjur dan Kopdeskel Merah Putih
Mutiara Pagi: Kita Hanya Musafir (Bagian 2078)
Berkarir dengan Iman
Gelaran Musyawarah Kubro untuk Memperkuat Soliditas Kader