Kita hanyalah musafir
dalam irama nyanyian kehidupan
berjalan di atas hamparan takdir
yang tertulis sebelum kita dilahirkan
Seorang musafir sejati
tidak pernah berjalan sendirian
ditemani cahaya kecil di dalam hati
yang mengajarinya makna kehidupan
bahwa dunia bukan rumah
melainkan hanya persinggahan
agar manusia tak lupa arah
terbuai oleh bayang-bayang keindahan
Indah hanya untuk dinikmati
tetapi bukan untuk dimiliki
laksana cahaya mentari pagi
yang menyinari semesta ini
Semua mengajarkan kita
tentang makna "La ilaha"
lalu membisikan ke telinga
dengan suara “"illallah"
Kita hanyalah musafir
berjalan sesuai irama takdir
selama menggenggam kalimat itu
takkan salah, arah pulang yang dituju
Malang, 3 Januari 2026
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Prestasi Tidur
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Awal Tahun Momentum Meninggalkan Kelalaian Menuju Kesalehan (Bagian 20)
Rapor Kuning Kinerja Bupati Cianjur Tahun 2025: Fondasi Pemerintahan Retak dan Kepercayaan Publik Masih Kritis
Ketika Hybrid Intelligence Menjadi Sekutu Terbaik Para Leader
Menjatuhkan Orang Lain Untuk Terlihat Lebih Tinggi
Buah yang Bagus untuk Kulit
Mutiara Pagi: Arus Waktu (Bagian 2077)
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 2 Januari 2026: Galeri24 dan UBS Turun atau Naik?
Soal Duel Persib vs Ratchaburi di Babak 16 Besar ACL Two, Hodak Singgung Tantangan Berat bagi Timnya
Pertumbuhan Ekonomi Cianjur dan Kopdeskel Merah Putih