Esensi Kemuliaan Manusia Ada pada Insaniah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 19 Februari 2023 | 05:16 WIB
Esensi Kemuliaan Manusia Ada pada Insaniah (Pinterest)
Esensi Kemuliaan Manusia Ada pada Insaniah (Pinterest)


Oleh: Imam Shamsi Ali

Di antara kemuliaan akhlak Rasulullah SAW adalah memuliakan manusia dengan ukuran kemanusiaannya. Bukan pada ukuran fisik, warna kulit, etnis dan ras. Bukan juga karena jenis kelamin (jender), pria atau wanita. Apalagi sekedar ukuran material duniawi yang dimiliki dalam hidup Sementaranya.

Rasulullah memuliakan manusia justeru pada nilai kemanusiaan (insaniah) yang dimilikinya. Nilai ini adalah “heavenly granted and guaranteed” (pemberian dan jaminan langit). Menegaskan bahwa manusia itu selama masih manusia pasti mulia. Karena sejatinya semua tanpa kecuali dikaruniawi “karomah insaniah” (kemuliaan insani) oleh Allah SWT.

Dalam kaitan ini, ini Saya ingin menyampaikan satu kisah nyata dari kemuliaan Akhlaq baginda Rasulullah SAW. Beliau memuliakan manusiw tanpa batas. Beliau menempatkan kemuliaan itu tidak pada ikatan-ikatan relatif fisikal duniawi.

Baca Juga: PPATK Endus Penyelewengan Dana Korban Gempa Cianjur

Satu contoh konkrit yang beliau lakukan adalah kepada seorang wanita Afrika, berkulit hitam, keturunan Ethiopia. Beliau adalah Barakah Ummu Ayman.

Beliau ini adalah seorang wanita yang juga biasa disebut bahkan dibanggakan oleh Rasulullah SAW dengan sebutan “Ummi” (ibuku). Para sahabat semua tahu bahwa Barakah itu bukan Ibu Rasulullah SAW. Karena Ibu Rasulullah adalah Aminah yang meninggal ketika beliau masih berumur 6 tahun.

Karenanya mereka pun bertanya: “Kenapa Engkau wahai Rasulullah memanggil wanita itu sebagai Ibu?”.

Dengan tegas beliau menjawab: “beliau adalah Ibuku setelah Ibuku” (ummi ba’da ummi).

Barakah Umm Ayman adalah wanita yang mengasuh dan membersamai baginda Muhammad SAW sejak Siti Aminah, Ibu baginda Rasulullah meninggal dunia. Pengasuhan dan khidmah (pelayanan) kepada Rasulullah SAW bahkan hingga beliau menikah dengan isteri tercinta beliau, Khadijah binti Khuwailid (Radhiya Allahu anha).

Baca Juga: Ribuan Santri Pesantren Al-Ittihad Cianjur Ikuti Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Barakah adalah wanita salehah yang sejak lama menjadi khadimah (pelayan) Ibunda Rasulullah SAW. Hanya saja seperti yang disebutkan di atas, Ibunda Rasulullah SAW meninggal ketika Rasulullah berumur 6 tahun. Sejak itu tanggung jawab Ibu berpindah dari pundak Aminah, Ibu biologis Rasulullah, ke pundak Barakah, Ibu pilihan Allah untuk RasulullahNya.

Kisah ini menguatkan keyakinan kita tentang ketinggian Akhlaq Rasulullah SAW. Beliau memuliakan, menempatkan seorang wanita berkulit hitam, yang memang seseorang budak di masa itu dengan cara yang sungguh luar biasa. Ketika orang Arab memandang rendah orang seperti wanita itu justeru Rasulullah SAW menempatkan beliau di posisi yang sangat mulia, Ibuku…!

Rasulullah seolah Ingin mengafirmasi bahwa kemuliaan manusia tidak pada status sosial, warna kulit dan tingkat perekonomiannya. Tapi ada pada esensi kemanusiaannya (insaniah). Esensi kemanusiaan ini yang diakui oleh Rasulullah pada “Barakah ummu Ayman” sehingga menempatkan beliau pada posisi yang sangat terhormat: Ummi…!

Iya. Wanita hitam Ethiopia, budak, miskin. Kini menduduki posisi mulia menggantikan posisi Ibunda Rasulullah: Ummi ba’dan Ummi!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X