Nanang Gojali
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, termasuk manusia. Namun tentang waktu, tempat dan sebab kematiannya merupakan rahasia Ilahi, dan tidak ada seorang manusia pun yang mengetahuinya.
Kematian adalah akhir kehidupan manusia di bumi, sekaligus merupakan awal dari fase kehidupan berikutnya yang sangat panjang, dan akan abadi setelah sampai pada fase akhir perjalanan hidup manusia, yaitu Alam Akhirat, berupa Surga atau Neraka.
Meskipun periode kehidupan manusia di bumi ini sangat pendek, dibandingkan periode sebelum dan setelahnya, namun fase kehidupan manusia yang pendek ini, akan menentukan kondisi kehidupannya di alam berikutnya.
Apapun yang kita lakukan selama kita hidup di dunia, baik amal shalih maupun amal salah, akan dicatat dengan sangat teliti oleh dua Malaikat yang khusus ditugaskan untuk itu dalam Buku Catatan Amal.
Buku Catatan Amal inilah yang kelak akan dihiisab dan ditimbang dengan sangat cermat. Tidak ada amalan sekecil apa pun yang terlewat untuk diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan kelak.
Karena itu, selayaknya kita berintrospeksi setiap saat, manakah yang lebih banyak, amal shalih atau amal salah?
Baca Juga: Gender Friendly God?
Salah satu cara kita berintrospeksi adalah dengan sering mengingat kematian.
Dalam "Hadits Arba'in" yang disusun oleh Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi, atau dikenal sebagai Imam Nawawi, dalam sebuah Hadits panjang yang berasal dari Ibnu Mas'ud, disebutkan bahwa sejak Allah mengutus Malaikat untuk meniupkan ruh kepada setiap janin di Alam Rahim, yaitu setelah janin berusia 3x40 hari atau empat bulan, sejak itu telah ditetapkan untuknya empat hal:
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya...".
(HR. Bukhari & Muslim).
Dalam Kitab "al-Majallis as-Saniyyah", karya Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi Al Fusyni, diceritakan sebuah kisah inspiratif tentang rahasia ajal kematian.
Suatu hari, ketika Nabi Sulaiman AS menerima seorang tamu, tiba-tiba datang Malaikat Maut (Malaikat Izrail). Malaikat Maut ini kemudian memandang dengan tajam pada tamu Nabi Sulaiman itu. Setelah itu, Malaikat Izrail pergi.
Laki-laki itu bertanya: "Wahai Nabi Allah, siapakah dia?"
Artikel Terkait
Gile...Biaya Haji 2023 Rp 90 Juta, Warganet: Duitnya Buat Bayar Utang Negara dan Bagun IKN !
Heboh...Balita Naik Atap Rumah, Warganet: Dibawa Dedemit Kali Ya ?
Tok, Erick Thohir Resmi Jadi Ketua Umum PSSI
Launching JPP, Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Potensi Aset Kripto Sebagai Komoditas, Sudah Ratusan Triliun
Brutal...Pergoki Suami Selingkuh, Ibu Muda Hancurkan Mobil Pakai Balok
Catatan 1 Tahun Menuju Hari-H Pemilu 2024
Geger! Ditemukan Dugaan Aliran Sesat, Berdoa Bareng Anjing dan Dzikir Terbalik
Gempa Cianjur, 135 Anak Kehilangan Orangtua
Kisah Perjuangan KH Muhammad Kholilullah, Ulama Kharismatik Asal Sukabumi
Gender Friendly God?