Menggali Hikmah dari Islamophobia

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 10 Februari 2023 | 07:52 WIB
Ilustrasi Islamphobia (Ist)
Ilustrasi Islamphobia (Ist)


Oleh: Imam Shamsi Ali

Beberapa waktu terakhir ini, baik dalam tulisan maupun ceramah, saya sampaikan beberapa peristiwa mutakhir di dunia Barat, termasuk di kota New York. Ketiganya mendapat perhatian besar dunia, termasuk tentunya perhatian Umat Islam.

Pertama, hasil suvey the Brookings Institute tgl 29 Desember 2022 yang menemukan bahwa terjadi kenaikan signifikan pandangan positif masyarakat Amerika kepada Islam. Dari hanya sekitar 57% di tahun 2016 lalu menjadi 78% di tahun 2022 lalu.

Kedua, pembacokan dua anggota NYPD (Polisi NY) oleh seorang Anak muda berumur 19 tahun, berkulit putih, dan mengaku Muallaf atau masuk Islam sekitar bulan Agustus tahun yang sama (2022). Tiba-tiba menjadi radikal dan seolah mewakili Islam dalam penyerangan kepada polisi New York itu.

Ketiga, pembakaran Al-Quran oleh seorang warga Swedia bernama Rasmus Paludan dan penyobekan serta menginjak-injak Al-Quran oleh seorang warga Belanda hampir pada waktu yang sama.

Dalam pembahasan saya sampaikan bahwa hasil survey “the Brookings Insitute” itu pasti menjadikan ada pihak-pihak yang semakin khawatir. Karena Islam ini diburuk-burukkan saja terus berkembang. Apalagi kalau memang masyarakat sudah melihatnya dengan pandangan positif. Tentu akan semakin bergeliat bangkit tak tertahankan.

Baca Juga: Geger! Kepala Sekolah Madrasah Perkosa Siswinya di Ruang Kerja

Dan karenanya di malam tahun baru itu, di saat hampir semua mata dunia menuju ke Time Square NY, tempat di mana puluhan ribu manusia sedang berkumpul, terjadi kejahatan (evil) yang langsung dikaitkan dengan Islam yang namanya mulai membaik di mata masyarakat Amerika.

Pembakaran dan penyobekan Al-Quran di Eropa itu sesungguhnya mengkonfirmasi ketidak senangan dan kemarahan itu. Sehingga seorang imigran Denmark yang beralih warga negara Swedia diberikan kebebasan oleh pemerintah Swedia membakar Kitab Suci (Al-Quran).

Belajar dari Islamophobia

Islamophobia seperti yang sering disampaikan bukan barang baru. Bahkan sejalan dengan sejarah penciptaan manusia itu sendiri. Dari Adam vs Iblis, Nuh vs pembesar kaumnya, Ibrahim vs Namrud, Musa vs Fir’aun, Isa vs pembesar Yahudi, hingga ke Muhammad (SAW) vs Abu Jahal/Lahab.

Dan karenanya yang perlu kita lihat secara dekat adalah kenapa Allah membiarkan phobia itu bertahan? Tidakkah dengan mudah Allah yang membolak balik hati manusia untuk jatuh hati dengan Islam sehingga tidak lagi terjadi phobia itu?

Jawabannya adalah karena pasti ada hikmah dan pelajaran (‘ibrah) yang Allah siapkan untuk Umat ini ambil sebagai bekal dalam perjalanan hidupnya. Lebih spesifik lagi tentunya sebagai bekal dalam melanjutkan langkah-langkah dalam mengemban amanah dakwah, melanjutkan tugas kerisalahan para nabi dan rasul.

Baca Juga: Gila! Tak Puas di Ranjang, Kebiasaan Aneh Ibu Muda Jambi Akhirnya Terbongkar

Di antara ‘ibar (pelajaran) itu adalah:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X