Oleh: Imam Shamsi Ali
Dunia modern yang terbangun di atas paham materialisme melahirkan ketidak puasan abadi. Manusia berlari dan berlari mencari dunia. Tapi tujuan pencarian itu semakin jauh dari mereka. Dunia memang ketika disikapi dengan cara pandang dirinya (duniawi) akan menjadi fatamorgana.
Akibatnya manusia semakin tertipu oleh dunia yang penuh tipuan (ghurur). Dan anehnya manusia takkan pernah tersadarkan hingga masanya meninggalkan dunia itu. “Mereka dijadikan tidak sadar oleh kecenderungan memperbanyak (harta) hingga mereka dipaksa barpisah dari dunia (masuk ke dalam kubur)”.
Situasi ini melahirkan kegersangan hidup tanpa akhir. Semakin banyak memilki semakin merasa kurang dan ingin lebih banyak lagi. Batin merana, menjerit mencari ketenangan. Tapi dunia yang menjadi sandaran ketenangan justeru menjadikan manusia semakin risau penuh kekhatiran (khauf).
Di sìnilah sesungguhnya Islam hadir untuk membawa ketenangan hakiki. Islam pada dirinya dan seluruh tatanannya sebagai jalan hidup terbangun di atas dasar kedamaian, ketenangan dan ketentraman. Situasi itu yang digambarkan dalam doa seorang Muslim di setiap akhir sholat: “allahumma Antas salaam, wa minkas salam, wa ilaika ya’udus salaam…”.
Baca Juga: Kalender Tahun 2023: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Islam sendiri berasal dari kata “salima” yang terdiri dari tiga huruf: siim, laam, miim. Dari kata itu kemudian terlahir tiga kata pokok utama yang relevansinya dengan agama Islam. Ketiga kata utama itu adalah: Islaam (الاسلام) silmun (السلم) dan salaam (السلام). Ketiga kata ini menggambarkan secara totalitàs Islam sebagai tuntunan hidup.
Pertama, dari “salima” tadi melahirkan kata Islaam. Kata ini terbentuk dengan tambahan alif di depan “aslama-yuslimu-islaam”. Makna literal dari kata ini adalah “berserah diri, menyerah, tunduk, patuh, dan yang semakna”.
Kata Islam disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran. Satu diantaranya adalah “sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islaam”.
Pada aspek ini Islam dimaknai sebagai pintu kebenaran. Kata Islaam (الاسلام) adalah pintu utama (main gate) untuk masuk ke dalam tatanan agama kebenaran. Sehingga yang masuk ke pintu tersebut adalah mereka yang telah mengimani. Jika belum mengimani maka seseorang itu tidak bisa dikategorikan masuk Islam.
Sehingga perintah-perintah keagamaan kepada orang-orang Islam pada gholibnya dimulai dengan seruan: “wahai orang-orang yang beriman”.
Masalahnya kemudian adalah ketika seseorang telah masuk ke pintu utama (main gate) Islam itu, seseorang tersebut belum tentu telah melaksanakan semua tuntunan (kurikulum) hidup yang digariskan oleh Islam. Itulah sebabnya Allah menyeru mereka untuk masuk ke dalam agama dengan penyebutan: SILM (lihat di bawah) secara sempurna.
Baca Juga: Grup Vokal Baby Monster, Adik Black Pink di Bawah Naungan YG Entertainment
Kedua, dari salima juga terlahir kata “SILM” (السلم). Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran: “wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam SILM (agama Islam) secara kaffah (sempurna)”.
Artikel Terkait
Mengenal Anisa Nur Azizah, Gadis Cantik Asal Kota Bogor yang Aktif Berorganisasi
20 Ucapan Selamat Tahun Baru 2023 Islami
14 Fakta Menarik Winter AESPA, Makanan hingga Warna Favorit
Mengenal Mutiara Mustofa Rahman, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Sarat Prestasi
Nikmat dan Sedap, Ini Resep Sate Ayam Bumbu Ketumbar
Latto-Latto, Mainan yang Lagi Trending di Masyarakat
Profil Singkat Shin Dong Super Junior yang Dikabarkan Mulai Menjalin Asmara
Persebaya Surabaya Dikabarkan Datangkan Ze Valente dari PSS Slemam
Grup Vokal Baby Monster, Adik Black Pink di Bawah Naungan YG Entertainment
Kalender Tahun 2023: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama