Bencana dan Maksiat adakah korelasinya ?
Menyikapi pertanyaan tersebut, kiranya kita perlu memperjelas konsepsi tentang ‘bencana’ dan ‘maksiat’ dalam Al-Qur’an sebagaimana dikutip dari https://www.sultengbergerak.org. Kita bisa memulai dari Al-Qur’an surah Al-An’am: 63-65, yang sering menjadi rujukan bahwa bencana terjadi karena kemaksiatan. Allah SWT telah berfirman:
Katakanlah, “Siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari bencana di darat dan di laut, yang kalian berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lemah lembut (dengan mengatakan), Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur” (Ayat 63).
Katakanlah, “Allah menyelamatkan kalian dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kalian kembali mempersekutukan-Nya.” (Ayat 64).
Katakanlah, “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).(Ayat 65).
Ibnu Katsir memberikan tafsir yang cukup panjang terhadap ayat ini. Menurut Ibn Katsir, ayat ini terhubung dengan ayat-ayat lain yang pada intinya memberikan beberapa penjelasan tentang hakikat dari ‘bencana’. Pertama, bencana adalah berasal dari Allah, dan diturunkan atas kekuasaan dari Allah. Kedua, Allah menurunkan bencana karena perbuatan manusia. Sebagaimana Allah sampaikan di ayat 64, bencana ini bisa terjadi karena perbuatan yang menyekutukan Allah; tapi juga terjadi (sebagaimana di ayat 65) karena perbuatan manusia yang tidak bersyukur dan berbuat kerusakan di muka bumi. Ketiga, dengan mengutip pendapat Ibnu Jarir dan Ibn Abi Hatim, yang meriwayatkan pendapat Ibnu Abbas, bencana terjadi ‘dari atas’, maksudnya, dari para pemimpin umat manusia, dan ‘dari bawah’ maksudnya, dari orang-orang biasa.
Ada banyak pelajaran yang diambil dari ayat ini. Seringkali, yang disampaikan oleh para penceramah hanya bersifat ‘parsial’ yaitu menekankan sifat manusia yang menyekutukan Allah dan tidak bersyukur ketika diberikan pertolongan. Sehingga, muncullah banyak ‘teori konspirasi’, yang menyebut bahwa bencana terjadi karena maksiat di tahun baru, orang-orang kafir, dan hal-hal yang terkait dengan moralitas individual. Akhirnya, alih-alih menciptakan masyarakat tahan bencana atau memperkuat pengurangan risiko bencana di level pemerintah dan masyarakat, yang terjadi adalah menyalahkan orang-orang yang moralitasnya dianggap bermasalah di masyarakat.
Tetapi tafsir Ibn Katsir sendiri terhadap ayat tersebut bicara tentang konsepsi ‘bencana’ yang lebih luas. Bencana memang terjadi karena azab Allah dan peringatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia, tapi ia sesungguhnya adalah konsekuensi logis dari kerusakan yang dibuat manusia di muka bumi. Dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum: 41, misalnya, Allah berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum: 41).
Perlu menjadi catatan sidang pembaca sekalian, berdasarkan informasi yang diperoleh penulis, sekitar 143 tahun yang lalu tepatnya ditahun 1879 pada masa Kolonial Belanda di tempat yang sama, Cugenang Kab. Cianjur pernah terjadi gempa bumi seperti yang terjadi pada Senin 21 Nopember 2022 lalu. Wallahu A'lam Bisshawab.*** (Disarika dari berbagai sumber).
(Oleh: Ridwan Mubarak, Penulis adalah mantan Sekretaris Taruna Siaga Bencana/ TAGANA Kemensos Kab. Cianjur tahun 2008)
Artikel Terkait
Profil Lee Seung-gi, Aktor Korea yang Bersitegang dengan Hook Entertainment
Waspada! 4 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Otakmu
Peraturan Baru Twitter, Dilarang Membagikan Link Platform lain
Presiden Minta Panglima TNI Yudo Margono Tindak Tegas KKB di Papua
Gempa Cianjur meninggalkan Duka Terdalam bagi 135 anak Anak
Amalan Selamat Sampai 7 Turunan dari Gus Baha
Bang Tyo: Ekonomi Kerakyatan Adalah Kunci
Ronald Moultine: Saya Belum Melihat adanya Bukti Bahwa Alien Berkunjung ke Bumi, "Penyelidikan"
Twitter Memberikan Larangan untuk Pengguna Agar Tidak Mempromosikan Sosial Media Lain
11 Tahun Pernikahan Dijalani Tanpa Gosip, Dodi Hidayatullah Resmi Bercerai