Arah pendidikan harus lebih berakar pada persoalan keindonesiaan. Keberhasilan tidak diukur dari mobilitas global semata, tetapi dari kemampuan ilmu pengetahuan menjawab tantangan nyata: kemiskinan, ketimpangan, lingkungan, pangan, energi, dan industrialisasi.
Dengan demikian, pendidikan, inovasi, dan ekonomi dapat kembali menyatu sebagai satu ekosistem. Hanya dengan cara itu Indonesia dapat kembali ke rel yang benar: membangun manusia terdidik yang dapat bekerja sama secara damai dan berintegritas, melahirkan inovasi, mengembangkan kewirausahaan, dan mentransformasikan gagasan menjadi produksi bernilai tambah. Itulah jalan keunggulan, keadaban, dan kemakmuran hidup bersama.