opini

Menenun Kesetaraan di Ruang Kelas: Menghidupkan Spirit Kartini dalam Relasi Sekolah

Selasa, 21 April 2026 | 13:30 WIB
Siswi SMPN 1 Cijati Cianjur. (FOTO: Ist)

Keempat, bahwa kesetaraan sebagai kesadaran kolektif yang harus terbangun, sebab kesetaraan gender bukan berarti mengabaikan kodrat, melainkan memastikan bahwa setiap individu baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk berkembang tanpa terhalang oleh sekat-sekat prasangka.

Oleh itulah, di lembaga pendidikan, gagasan Kartini harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret (implementatif) diantaranya memperkuat kurikulum yang peka gender, mendorong fasilitas sekolah yang ramah perempuan serta budaya tutur kata yang saling menghargai.

Epilog

Momen peringatan hari kartini ini, mari kita jadikan sekolah sebagai tempat di mana anak laki-laki belajar untuk menghargai, dan anak perempuan belajar untuk berani. Dengan membangun relasi positif yang inklusif, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang melihat perbedaan sebagai kekayaan, dan kesetaraan sebagai sebuah keharusan.

Sebab, kemajuan sebuah bangsa dimulai dari bagaimana cara kita memperlakukan satu sama lain di dalam ruang kelas.

Selamat Hari Kartini, 21 April 2026.

Halaman:

Tags

Terkini

Diantar Sosiologi

Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB