opini

Menakar Konsistensi DPRD Cianjur dalam Mengembalikan Marwah Pengawasan

Senin, 20 April 2026 | 07:04 WIB
Gedung DPRD Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Mamat Mulyadi/Timenews)

Rekomendasi yang disusun dengan peluh dan data sering kali kehilangan taji saat harus dikawal di lapangan. Jika pola "hangat-hangat tahi ayam" ini kembali terulang, maka seluruh dinamika Pansus LKPJ 2025 hanya akan menjadi catatan kaki yang terlupakan, bukan sebuah perubahan struktural.

Selain konsistensi, tantangan lainnya adalah kualitas substansi. Keberanian tanpa dukungan data dan kajian teknis yang kuat hanya akan membuahkan kegaduhan tanpa dampak nyata.

Dalam konteks penganggaran, DPRD dituntut tidak hanya sekadar menolak, tetapi harus mampu membedah secara presisi mana program yang merupakan prioritas publik dan mana yang sekadar "kosmetik" kebijakan.

Kini, publik berhak menaikkan standar penilaian mereka karena DPRD sendiri yang telah menunjukkan standar baru tersebut. Pansus LKPJ 2025 telah memberikan bukti bahwa marwah lembaga bisa dikembalikan. Dengan adanya bukti ini, tidak ada lagi ruang bagi DPRD Cianjur untuk kembali ke pola lama tanpa terlihat sebagai sebuah kemunduran moral dan politik.

Mengembalikan marwah bukanlah soal mencari momentum sesaat, melainkan soal menjaga konsistensi. Jika ketegasan hari ini benar-benar dijaga dan dilanjutkan, maka DPRD Cianjur tengah menulis titik balik sejarahnya.

Namun jika tidak, maka narasi "mengembalikan marwah" hanya akan menjadi sindiran pahit: bahwa mereka hanya sekadar mulai, tetapi tidak pernah benar-benar berniat untuk menuntaskan.

Asep Toha, Poslogis

Halaman:

Tags

Terkini

Diantar Sosiologi

Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB