opini

Katak dalam Tempurung, Antara Kebebasan yang Dibungkam dan Jiwa yang Terkungkung

Jumat, 22 Agustus 2025 | 10:00 WIB
View sunset di Pantai Pamboang, Majene, Sulawesi Barat (Foto: Mediusnews.com)

Betapa banyak manusia hari ini yang justru terperangkap dalam tempurung hawa nafsu, mengejar kepentingan pribadi, memuja ego, dan melupakan kepentingan kolektif.

Imam Ali bin Abi Thalib berkata:

قِيمَةُ كُلِّ امْرِئٍ مَا يُحْسِنُهُ
“Nilai setiap orang adalah sesuai dengan apa yang ia kuasai dan ia manfaatkan.”

Islam memberi jalan keluar dari tempurung itu. Ilmu adalah cahaya yang menembus dinding sempit, membuka cakrawala luas, dan melahirkan keberanian untuk berpikir serta berinovasi.

Rasulullah SAW bersabda:

اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ
“Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina.” (HR. Baihaqi).

Dan ketika ilmu menyinari akal, Allah SWT memerintahkan kita untuk bersinergi:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2).

Dengan akhlak, kebebasan tidak menjelma kebiadaban, melainkan menjadi jalan menuju kebaikan. Dengan zuhud, manusia terbebas dari tempurung materialisme dan egoisme pribadi. Hasan al-Bashri menegaskan:

لَيْسَ الزُّهْدُ فِي الدُّنْيَا بِتَحْرِيمِ الْحَلَالِ وَلَا إِضَاعَةِ الْمَالِ وَلَكِنْ الزُّهْدُ فِي الدُّنْيَا أَنْ تَكُونَ بِمَا فِي يَدِ اللَّهِ أَوْثَقَ مِنْكَ بِمَا فِي يَدِكَ
“Zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, melainkan zuhud adalah ketika keyakinanmu pada apa yang ada di sisi Allah lebih kuat daripada pada apa yang ada di tanganmu.”

Maka jelaslah, katak dalam tempurung adalah jiwa yang kerdil dan terpenjara oleh dirinya sendiri. Sebaliknya, manusia merdeka adalah mereka yang berani membuka diri, berpikir luas, hidup dengan akhlak, bersinergi dengan sesama, dan menjadikan Allah sebagai tujuan akhir.

Allah SWT menyeru:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
“Maka berlarilah kamu kepada Allah, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan yang nyata dari-Nya.” (QS. Adz-Dzariyat: 50).

Maka keluarlah dari tempurung egoisme menuju samudera kebebasan: kebebasan spiritual yang menghubungkan kita dengan Allah, kebebasan intelektual yang menuntun kita pada ilmu, dan kebebasan sosial yang mengajarkan kita hidup bersama dalam kebaikan.

Doa Penutup

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB