Mengapa Struktur Bangunan Jembatan, Terowongan, dan Bendungan Sering Dibuat Melengkung?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:36 WIB

Oleh: Najwa Pajril Aeni

Jika diperhatikan lebih dalam, banyak sekali struktur bangunan seperti terowongan, bendungan, dan jembatan yang dibuat melengkung. Bahkan, beberapa bangunan kuno yang sudah berdiri ribuan tahun lalu, seperti peninggalan bangsa Romawi Colosseum dan Pantheon juga memiliki bentuk melengkung.

Pertanyaannya, mengapa bentuk melengkung begitu sering digunakan dalam konstruksi? Apakah benar struktur melengkung lebih efektif menahan beban dibandingkan struktur lurus atau persegi?

Menurut Wikipedia, lengkungan adalah struktur vertikal melengkung yang membentang di atas ruang terbuka di bawahnya. Keunggulan utama dari struktur melengkung terletak pada kemampuannya dalam mendistribusikan beban.

Bentuk ini membuat bangunan lebih kuat dalam menahan gaya kompresi (tekan), sehingga beban dapat tersebar merata ke seluruh bagian lengkungan. Inilah alasan mengapa struktur melengkung jauh lebih kokoh dibanding struktur lurus, di mana beban biasanya terpusat pada satu titik.

Selain kekuatan, lengkungan juga memberikan kestabilan yang lebih tinggi, terutama untuk bangunan dengan bentang luas, seperti jembatan. Tidak heran jika banyak jembatan modern maupun klasik menggunakan desain melengkung agar lebih tahan lama dan stabil.

Pada bendungan, struktur melengkung bekerja dengan cara menghantarkan tekanan air ke dinding lembah atau abutmen di sisi-sisinya. Dengan demikian, gaya yang ditimbulkan air dapat diubah menjadi gaya tekan yang disalurkan secara merata, sehingga struktur bendungan menjadi lebih kuat.

Sementara pada terowongan, bentuk melengkung juga memiliki banyak keunggulan. Selain meratakan beban tanah di atasnya, lengkungan membuat terowongan lebih efisien dalam penggunaan material, lebih tahan terhadap tekanan serta kebakaran, dan mempercepat proses konstruksi.

Kesimpulannya, struktur bangunan melengkung terbukti lebih efektif dibanding struktur lurus atau persegi.

Lengkungan mampu mengubah beban vertikal menjadi gaya tekan yang terdistribusi merata, sehingga mengurangi tekanan maksimum pada satu titik.

Kekuatan dan kestabilannya membuat bangunan berumur panjang, sebagaimana terlihat pada warisan arsitektur Romawi seperti Colosseum dan Pantheon yang hingga kini masih berdiri kokoh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X