opini

Insan min al-Bad’i ila al-Khalud: Telaah Filsafat Eksistensial dalam Pandangan Syaikh Jawadi Amuli

Senin, 19 Mei 2025 | 20:00 WIB
Pikiran Kosong hingga Pemikiran Kritis: Bongkar Teori Filsafat Ilmu dari Partap Sing Mehra hingga John Locke (Pixabay/morhamedufmg)

Pandangan ini sejalan dengan Ibn Arabi yang memandang hati manusia sebagai mir’at al-haqq (cermin kebenaran), dan Al-Farabi yang melihat akal sebagai sarana menuju sa’adah (kebahagiaan eskatologis).

Kritik terhadap Sekularisme Eksistensial

Salah satu kritik tajam Amuli diarahkan pada eksistensialisme Barat, khususnya pemikiran Sartre dan Camus, yang menurutnya terjebak dalam absurditas. Ia menulis:

Law kana insan bighayr ghayah, lakana ma’na wujudihi fahman la ma’na lahu
Jika manusia tidak memiliki tujuan, maka makna keberadaannya adalah absurditas itu sendiri

Amuli tidak menolak eksistensialisme secara total, namun membangunnya kembali dalam kerangka Qurani dan spiritual.

Keabadian sebagai Tujuan Ontologis

Bagian akhir kitab ini mengajak pembaca merenungi makna khulud, bukan sekadar hidup setelah mati, tetapi pencapaian kedekatan eksistensial dengan Tuhan.

Al-khulud huwa al-haqiqah allati yahya biha insan fi qurb Allah
Keabadian adalah kebenaran di mana manusia hidup dalam kedekatan dengan Tuhan

Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar homo sapiens, tetapi homo theologicus, makhluk yang wujudnya baru paripurna saat menyatu dalam cahaya Ilahi.

Penutup: Menuju Filsafat Insaniyah

Kitab Insan min al-Bad’i ila al-Khalud bukan hanya karya teologis, tetapi ajakan filosofis untuk menata kembali konsepsi manusia secara utuh: sebagai entitas biologis, rasional, spiritual, dan eskatologis.

Di tengah dunia yang cenderung materialistik, Syaikh Jawadi Amuli mengingatkan bahwa filsafat sejati adalah filsafat yang menatap langit.

Manusia adalah jembatan antara kefanaan dan keabadian
MJ Wijaya

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB