Baca Juga: Menghadapi Gelontoran Sembako dan Serangan Fajar
Puncak-puncak kebudayaan daerah perlu terus dipelihara untuk menjadi nilai unggulan bangsa Indonesia. Seperti tradisi hening dan eling, sangat menarik dan unik untuk dapat memahami seperti peristiwa besar Mijrad Nabi Muhammad yang sangat berbobot spiritual.
Sedangkan bagi Komjen Pol. Dharma Pongrekun, hilangnya nilai-nilai spiritual, seperti dalam sikap yang gandrung menggunakan istilah mantan, sehingga yang terkesan adalah habis manis sepah dibuang. Kecuali itu, katanya banyak orang sering dikaburkan oleh pemahaman acara ritual, bukan spiritual. Padahal, kemampuan spiritual adalah kemampuan melihat yang tidak kasat mata. Me dengar yang tidak bersuara. Atau membaca hal-hal yang tidak tertulis, seperti kemampuan Nabi Muhammad SAW, membaca. Sementara secara nyata beliau buta huruf. Namun perintah iqra, itu nyata adanya.
Jadi, sinyal-sinyal spiritual itu sungguh banyak diberikan Tuhan kepada manusia, sebagai bagian dari pertanda bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia sebagai ciptaan Tuhan. Demikian catatan yang bisa direkam dari sejumlah pembicara dari Forum Negarawan sekaligus untuk mengenang perjalanan 13 tahun gerakan kebangkitan spiritual yang kini terus dilanjutkan oleh GMRI -- Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia sampai hari ini.***