Oleh : Prof. Sumanto AlQurtubi (Dosen Antropologi di King Fahd Petroleum University, Arab Saudi)
Salah satu fenomena sosial yang saya perhatikan beberapa tahun terakhir ini adalah munculnya sejumlah kelompok Islam yang saya sebut sebagai "Wahabi KW",
Yaitu sekelompok kaum Muslim di Indonesia yang berdandan, berpikiran, dan berperilaku "mengimajinasikan" diri sebagai "Wahabi".
"Wahabi" ini adalah sebuah "sekte keislaman" minoritas tapi berkuasa karena "ngupil" dengan kekuasaan (pemerintah),
Hususnya di Saudi dan Qatar. Nama "Wahabi" ini dinisbatkan kepada pendirinya,
Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang reformis-puritan dari Najd, Arabia, pada abad ke-18, meskipun sebetulnya para pengikut Wahabi sendiri jarang atau bahkan tidak pernah menyebut diri mereka sebagai "Wahabi".
Menariknya, para cheerleaders Wahabi di Indonesia atau "Wahabi KW" tadi cukup berbeda secara signifikan dengan para "Wahabi Ori" atau "Wahabi asli" di Saudi maupun Qatar yang saya amati.
Baca Juga: Andi Malaranggeng Menilai Gugatan Persyaratan Batas Usia Cawapres Upaya Langgengkan Kekuasaan
Para "Wahabi KW" ini saya lihat jauh lebih militan, konservatif, tertutup, puritan, intoleran, dan bahkan lebih norak, urakan dan tak tahu diri.
Dengan kata lain, para "Wahabi KW" ini jauh lebih "Wahabi" ketimbang kaum "Wahabi Ori" itu sendiri.
Misalnya saja, para "Wahabi KW" ini setengah mati mengharamkan rokok, musik, film, atau bahkan gambar/foto karena dianggap membahayakan "eksistensi" Tuhan.
Musik/film dipandang sebagai media "perangkap setan" yang membahayakan iman.
Padahal, para "Wahabi Ori" biasa saja nonton film, dengerin musik, dan foto-foto, dan "udad-udud" (merokok).
Ya tentu saja tidak semuanya.
Kemudian, para "Wahabi KW" ini juga "kolot" sekali sikapnya dengan kaum perempuan.
Baca Juga: 6 Cara Orang Tua Membantu Anak Belajar Baca Menurut Harvard Graduate School of Education
Misalnya, kaum perempuan hanyalah sebatas "pelayan lelaki" (sumur-dapur-kasur) yang agak mirip-mirip dengan "budak lelaki" (tapi bukan "budak-budak" dalam Bahasa Malay ce he he).
Artikel Terkait
Erdang Ruhiyat Caleg Partai Nasdem Dapil 6, Perkuat Peran Parlemen Dalam Pembangunan Cianjur Selatan
Tips Makanan Sehat untuk Mahasiswa dan Anak Kost
Serah Terima Calon Siswa Diktuk Bintara Polwan Angkatan ke-54 Gel II T.A 2023
Diduga Hina Presiden, Pengamat Politik Rocky Gerung Dilaporkan ke Polisi
6 Cara Orang Tua Membantu Anak Belajar Baca Menurut Harvard Graduate School of Education
Mengenal Lapang Sepak Bola
Anies - AHY Gelar acara di Bandung, Gerakan Perubahan dan Perbaikan Indonesia Dimulai dari Jawa Barat
Kaitan Sholat Awal Waktu Dengan Kondisi ALam (Bag 1)
Andi Malaranggeng Menilai Gugatan Persyaratan Batas Usia Cawapres Upaya Langgengkan Kekuasaan
Dukung Bisnis UMKM, BRI Gelar Program Pengusaha Muda Brilian (PMB) 2023