Oleh : Hadi Sutrisno, SE
Integritas merupakan gambaran diri seseorang dalam suatu organisasi yang terlihat dari perilaku dan tindakan sehari-hari. Integritas menunjukkan konsistensi antara ucapan dan keyakinan yang tercermin dalam perbuatan sehari-hari.
Kadang orang berbicara sebatas di bibir saja sedangkan hatinya berisi kesombongan, iri, dengki, dendam, dan emosi. Orang yang memiliki integritas biasanya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara sehingga perilaku dan tindakannya sesuai dengan apa yang diucapkan.
Integritas seseorang senantiasa mendapat ujian yang bentuknya dapat berupa jabatan, wanita, harta, keluarga, uang, sedikit ketakutan, sedikit kelaparan, dan sebagainya. Integritas merupakan sebuah rasa sabar dan syukur. Orang yang berintegritas ketika mendapat ujian akan bersabar dan ketika menerima kebahagian akan bersyukur.
Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, Demokrat-Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional
Pengertian integritas dalam nilai-nilai pembangunan daerah adalah berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
Integritas diawali dengan berpikir bukan berkata. Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip. Orang yang berkata tanpa memikirkan terlebih dahulu dapat mengakibatkan penyesalan dikemudian hari, menyakiti perasaan orang lain, dan bahkan dapat menimbulkan kebencian.
Integritas harus dimiliki oleh setiap orang, terutama seorang pemimpin. Integritas bagi seorang pemimpin merupakan alat yang sangat kuat untuk memimpin dan dapat meningkatkan kredibilitasnya di mata orang-orang yang dipimpinnya. Selain itu, kepemimpinan yang berintegritas adalah syarat utama dalam membangun Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP)
Pembangunan budaya integritas bukan merupakan tujuan, namun sebagai cara pencapaian tujuan. Sehingga upaya pembangunan integritas perlu diseleraskan dengan tujuan atau sering disebut dengan visi dan misi yang dibuat lebih spesifik dan terfokus menjadi visium.
Kabupaten Cianjur yang saat ini rangking IPM nya rendah memerlukan pemimpin yang memiliki integritas tinggi dimana karakter pemimpin mampu memacu kinerja para ASN dari mulai tingkat terendah.
Banyak sektor yang harus dibenahi dan itu memerlukan tekad, konsistensi, ketepatan, keberanian, inovasi dan suritauladan dari pimpinan Daerah. Bagaimana Cianjur mau maju ketika pemimpinnya sibuk dengan urusan seremonial, tidak bisa memberikan contoh menjaga harmonisasi kepemimpinan.***
Disadur dari berbagai sumber.
Artikel Terkait
Kurun Waktu 1 Bulan, Posko TAKM Terima 760 Pengaduan Warga Terdampak Gempa Cianjur
Bernas, Profesor Enjang AS Tawarkan Dua Solusi Tuntaskan Polarisasi di Tengah Masyarakat
Serap Anggaran 4,8 T, Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba
Ferel Rizki Herlambang dan Geulis Harmonis Bandung Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Sindikat Penjualan Ginjal Indonesia - Kamboja Dibekuk Polisi, Harganya 200 jt Pendonor terima 135 Jt
Oknum Pegawai BRI KCP Gadog Diduga Kongkalikong Pencairan Kredit, Pemilik Jaminan Akan Tempuh Jalur Hukum
Hadapi Pemilu 2024, Demokrat-Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional
KPK Perkuat Kerjasama Lintas Kementerian dan Lembaga
TAKM Desak Pemda Cianjur Segera Tindaklanjut Pengaduan Warga Terdampak Gempa
Melalui Hari Jadi Cianjur ke 346 , MP#C Berharap Pemerintah Tingkatkan Pelestarian Padi Pandanwangi