Baca Juga: Politik Balas Jasa Pasca Pilkada
Kalaupun terjadi pengukuhan pada tanggal 03 Juli mendatang, dan dilanjutkan dengan pelantikan para fungsionaris paprol menjadi pengurus yayasan, maka layaklah penulis mengatakan bahwa kampus UNSUR Cianjur sebagai benteng pertahanan terakhir sehatnya moral, telah hancur luluh lantak diterpa syahwat politk yang tak pernah mengenal kata "puas".
Universitas Suryakancana (Unsur) merupakan Kampus Swasta Ternama di Cianjur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar, baik lokal maupun nasional. Kampus lokal bercitarasa nasional bahkan internasional. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara, seperti Papua dan Filifina.
Kampus Unsur hingga detik ini masih menjadi tolak ukur pergerakan mahasiswa di Jawa Barat, karena kapasitas dan kompetensi civitas akademiknya yang kompetetitif. Selain itu, Unsur dipahami oleh sebagaian besar rakyat Cianjur sebagai aset masa depan, tempat menemukan keseimbangan antara Fikir, Dzikir, dan IKhtiar putra/ i Cianjur dalam menemukan kesejatian hidup di masa depan melalui kegiatan perkuliahan pastinya.
Namun, ancaman itu kini nyata dengan "Nyelonongnya" para Politisi dan fungsionaris Parpol ke dalam lingkaran inti Yayasan UNSUR. Sudah seharusnya kampus UNSUR steril dari praktek-praktek culas Politisi Karbitan yang tak lagi memiliki rasa malu karena sudah tergadikan dan terberangus syahwat keberkuasaan.
Baca Juga: Idul Adha dan HUT Bhayangkara ke-77, Polri Distribusikan 9.300 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia
Ruang akademik eloknya tetap terjaga dan tidak diintervensi oleh kepentingan politik sesat sesaat. Jangan korbankan kualitas dan masa depan generasi muda Cianjur dengan cara "merampas" posisi-posisi strategis di Kampus Unsur, dalam hal ini Yayasan. Secara konseptual, jujur penulis katakan bahwa ruang tepat Politisi adalah Partai Politik bukan Ruang Akademik Kampus yang menjadi ranahnya ilmuwan sang Penjaga Ilmu Pengetahuan.
Andaikata apa yang menjadi cita-cita utopis Penguasa memaksakan fungsionaris Parpol tetap masuk ke ranah kampus, ini merupakan satu bentuk pemerkosaan akademik sekaligus kecelakaan sejarah bagi Pemda CIanjur. Oleh karena itu tolak upaya politisasi kampus UNSUR oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan lawan setiap kebijakan Penguasa yang berpotensi mengorbankan kepentingan pendidikan Gen-Z di masa depan.
Biarkan ruang akademik dengan para penjaga ilmunya berjalan pada rel yang seharusnya, tanpa intervensi dan hegemoni raja-raja lokal tak bermuka, serta ambisi politisi yang khilaf jalan pulang ***
Penulis saat ini bergiat sebagai Koord. Perguruan Tinggi Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Barat.
Artikel Terkait
Harta Kekayaan Anggota DPRD Harus Dipantau Bersama dan Diketahui Masyarakat
Kereta Cepat Indonesia Bersaing di Dunia
Alni Febrianingsih, Mahasiswi Institut Kesehatan Rajawali Bandung Bicara Pentingnya Berhijab
Antrian dan Panggilan Haji
Polres Cianjur Ungkap 6 Kasus Perdagangan Orang, Pelaku Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun
Idul Adha dan HUT Bhayangkara ke-77, Polri Distribusikan 9.300 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia
Partai Demokrat Cianjur Gelar Qurban Bersama Warga Terdampak Gempa
Politik Balas Jasa Pasca Pilkada
Preman Tuan
Syahlatun Najwa, Mahasiswi UIN Bandung Ungkap Potensi Muslimah Meraih Prestasi