Preman Tuan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 30 Juni 2023 | 14:42 WIB
Foto: Wagner Group uji nyali melakukan kudeta ke Rusia. Seberapa kuat tentara bayaran ini dengan tentara Rusia? (Twitter:@vitayaukraine)
Foto: Wagner Group uji nyali melakukan kudeta ke Rusia. Seberapa kuat tentara bayaran ini dengan tentara Rusia? (Twitter:@vitayaukraine)

Barat juga tidak suka dengan gerakan Prigozhin ini. Kalau pun Prigozhin berhasil kudetanya justru bahaya. Nuklir bisa di tangan mereka.

Maka Prigozhin sendiri adalah salah satu tokoh Rusia yang diincar Amerika Serikat. Termasuk yang sudah dijatuhi sanksi.

Pembangunan tentara swakarsa itu akhirnya menyulitkan Putin sendiri. Kian besar kekuatannya kian berpotensi menimbulkan masalah keseimbangan kekuatan militer di dalam negeri.

Pasukan swakarsa seperti itu, kita juga pernah punya. Kecil-kecilan. Belum sampai bersenjata. Di tahun 1998-1999. Di awal reformasi. Sempat pula jadi isu politik di antara para elite jenderal saat itu.

Siapa pun pemimpin yang merasa sulit menggerakkan tentara cenderung membangun pasukan swakarsa. Pun ketika menjelang G30S/PKI dulu.

Akhirnya membubarkan tentara swakarsa sering sulit. Resminya bisa saja sudah dibubarkan tapi kekecewaannya panjang. Lalu menimbulkan masalah sosial. Itu karena latar belakang mereka banyak yang preman, residivis dan tentara yang desersi.

Di Rusia, pasukan swakarsa itu, Anda sudah tahu: diberi nama Wagner. Latar belakang Prigozhin sendiri juga preman besar. Pencuri, perampok, penjahat, dan segala macam kepremanan lainnya. Lalu dipakai penguasa. Dijadikan pengusaha besar –sebagai sumber pembiayaan non-APBN.

Baca Juga: Alni Febrianingsih, Mahasiswi Institut Kesehatan Rajawali Bandung Bicara Pentingnya Berhijab

Maka Prigozhin punya peran baru sambil tetap sebagai preman yang diakui dan dipakai penguasa.

Umurnya kini sudah 62 tahun, tapi preman kan tidak mengenal umur. Tidak ada istilah preman tua kian bijaksana. Kian tua ia justru kian mengancam tuannya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X