Preman Tuan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 30 Juni 2023 | 14:42 WIB
Foto: Wagner Group uji nyali melakukan kudeta ke Rusia. Seberapa kuat tentara bayaran ini dengan tentara Rusia? (Twitter:@vitayaukraine)
Foto: Wagner Group uji nyali melakukan kudeta ke Rusia. Seberapa kuat tentara bayaran ini dengan tentara Rusia? (Twitter:@vitayaukraine)

Baca Juga: Polres Cianjur Ungkap 6 Kasus Perdagangan Orang, Pelaku Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun

Presiden Rusia Vladimir Putin, rupanya curhat soal Prigozhin ke Lukashenko. Tiga orang ini sebenarnya memang satu gang. Tiga sekawan. Beda tugas. Putin sebagai ketua. Lukashenko sebagai ujung tombak. Prigozhin tukang terobos.

Tidak mungkin sahabat mengudeta sahabat. Sasaran Prigozhin bukan Putin. Yang mau mereka tumbangkan adalah menhan. Tapi kalau menhan tumbang, Putin bisa ikut tumbang. Menhan membawahkan pasukan resmi negara. Dengan kekuatan jauh lebih besar.

Tentara resmi itulah yang selama ini juga tidak puas. Putin terlalu memberi angin kepada tentara swakarsa. Pasukan swakarsa pun kian besar. Senjatanya kian lengkap. Polanya mirip dengan yang terjadi di Sudan. Dan di mana saja.

Selama ini tentara swakarsa Rusia dianggap banyak berjasa. Untuk bidang tugas yang tidak bisa dilakukan tentara resmi, Putin menggunakan pasukan swakarsanya Prigozhin. Kalau mereka tertangkap di medan perang tidak ada identitas tentara resmi.

Maka keberhasilan Rusia mencaplok semenanjung Crimea dari Ukraina berkat militansi tentara swakarsa ini. Demikian juga pencaplokan beberapa wilayah Ukraina di bagian timur.

Biaya operasi tentara swakarsa itu ditanggung Prigozhin. Ia seorang pengusaha besar. Awalnya dari perusahaan katering yang dapat fasilitas khusus. Lalu bisnis ke mana-mana. Karena itu Prigozhin juga dapat julukan ''Juru masaknya Putin''.

Walhasil kudeta itu tidak jadi. Tentara swakarsa dikirim kembali ke medan perang di Ukraina. Prigozhin sendiri diterbangkan ke Belarusia. Disembunyikan di sana. Belarusia adalah negara yang dipakai Rusia untuk menggempur Ukraina.

Secara formal Prigozhin sudah melanggar hukum negara. Harus diadili. Tapi ia tidak akan ditangkap. Prigozhin akan aman di bawah naungan Lukashenko di Belarusia. Itu bagian dari hasil negosiasi untuk menggagalkan kudeta setengah hati.

Kota Moskow kembali hidup kemarin. Tapi gejolak politik internal masih harus terus diamati.

Putin belum mengeluarkan pernyataan. Tiongkok menyebut itu urusan dalam negeri Rusia.

Baca Juga: Antrian dan Panggilan Haji

Siapa tentara swakarsa itu?

Mereka para nasionalis garis keras. Mereka sangat patriotik membela tanah air. Semboyan mereka: darah, kehormatan, kebanggaan dan tanah air.

Mereka inilah yang paling menghendaki Ukraina kembali menjadi bagian dari Rusia. Karena itu target mereka adalah menguasai ibu kota Kiev dan membunuh Zelenskyy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X