Baca Juga: Polres Cianjur Ungkap 6 Kasus Perdagangan Orang, Pelaku Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun
Presiden Rusia Vladimir Putin, rupanya curhat soal Prigozhin ke Lukashenko. Tiga orang ini sebenarnya memang satu gang. Tiga sekawan. Beda tugas. Putin sebagai ketua. Lukashenko sebagai ujung tombak. Prigozhin tukang terobos.
Tidak mungkin sahabat mengudeta sahabat. Sasaran Prigozhin bukan Putin. Yang mau mereka tumbangkan adalah menhan. Tapi kalau menhan tumbang, Putin bisa ikut tumbang. Menhan membawahkan pasukan resmi negara. Dengan kekuatan jauh lebih besar.
Tentara resmi itulah yang selama ini juga tidak puas. Putin terlalu memberi angin kepada tentara swakarsa. Pasukan swakarsa pun kian besar. Senjatanya kian lengkap. Polanya mirip dengan yang terjadi di Sudan. Dan di mana saja.
Selama ini tentara swakarsa Rusia dianggap banyak berjasa. Untuk bidang tugas yang tidak bisa dilakukan tentara resmi, Putin menggunakan pasukan swakarsanya Prigozhin. Kalau mereka tertangkap di medan perang tidak ada identitas tentara resmi.
Maka keberhasilan Rusia mencaplok semenanjung Crimea dari Ukraina berkat militansi tentara swakarsa ini. Demikian juga pencaplokan beberapa wilayah Ukraina di bagian timur.
Biaya operasi tentara swakarsa itu ditanggung Prigozhin. Ia seorang pengusaha besar. Awalnya dari perusahaan katering yang dapat fasilitas khusus. Lalu bisnis ke mana-mana. Karena itu Prigozhin juga dapat julukan ''Juru masaknya Putin''.
Walhasil kudeta itu tidak jadi. Tentara swakarsa dikirim kembali ke medan perang di Ukraina. Prigozhin sendiri diterbangkan ke Belarusia. Disembunyikan di sana. Belarusia adalah negara yang dipakai Rusia untuk menggempur Ukraina.
Secara formal Prigozhin sudah melanggar hukum negara. Harus diadili. Tapi ia tidak akan ditangkap. Prigozhin akan aman di bawah naungan Lukashenko di Belarusia. Itu bagian dari hasil negosiasi untuk menggagalkan kudeta setengah hati.
Kota Moskow kembali hidup kemarin. Tapi gejolak politik internal masih harus terus diamati.
Putin belum mengeluarkan pernyataan. Tiongkok menyebut itu urusan dalam negeri Rusia.
Baca Juga: Antrian dan Panggilan Haji
Siapa tentara swakarsa itu?
Mereka para nasionalis garis keras. Mereka sangat patriotik membela tanah air. Semboyan mereka: darah, kehormatan, kebanggaan dan tanah air.
Mereka inilah yang paling menghendaki Ukraina kembali menjadi bagian dari Rusia. Karena itu target mereka adalah menguasai ibu kota Kiev dan membunuh Zelenskyy.
Artikel Terkait
Denny Indrayana Menilai Anies Kemungkinan Akan Jadi Tersangka KPK Agar Gagal Nyapres
Sapi Qurbannya Ditolak RT dan Diminta Uang 100 Jt Dewi Perssik Protes Keras, Videonya Viral di Medsos
Harta Kekayaan Anggota DPRD Harus Dipantau Bersama dan Diketahui Masyarakat
Kereta Cepat Indonesia Bersaing di Dunia
Alni Febrianingsih, Mahasiswi Institut Kesehatan Rajawali Bandung Bicara Pentingnya Berhijab
Antrian dan Panggilan Haji
Polres Cianjur Ungkap 6 Kasus Perdagangan Orang, Pelaku Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun
Idul Adha dan HUT Bhayangkara ke-77, Polri Distribusikan 9.300 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia
Partai Demokrat Cianjur Gelar Qurban Bersama Warga Terdampak Gempa
Politik Balas Jasa Pasca Pilkada