Ngaji Bab Kurban: Bolehkah Menyembelih Kurban di Halaman Masjid atau Mushola?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 25 Juni 2023 | 14:54 WIB
Ilustrasi Sapi kurban
Ilustrasi Sapi kurban

Journalnusantara.com - Dalam waktu dekat tepatnya pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Dzulhijjah kerap dilaksanakan pemotongan hewan kurban.

Nah, dalam hal ini yang selalu menjadi permasalahan yaitu bolehkah menyembelih kurban di halaman masjid atau mushola. Berikut penuturan lengkapnya:

Penyembelihan Hewan Qurban Di Halaman Masjid

Secara hukum syar’i status Halaman yang biasanya berada di depan masjid adalah sebagai berikut:

a). Milik Masjid; artinya tanah halaman masjid berasal dari hibah seseorang atau dari pembelian menggunakan harta milik masjid.

b). Waqaf kepada masjid; artinya tanah halaman masjid berasal dari waqaf seseorang kepada masjid.

c). Waqaf untuk kemaslahatan muslimin; artinya tanah halaman masjid berasal dari waqaf seseorang untuk kepentingan umum yang kemudian dimanfaatkan sebagai halaman masjid.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, DPR RI Cek Kesiapan Tenaga Kesehatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

d). Waqaf majhul. Artinya tanah tersebut berasal dari wakaf akan tetapi tidak diketahui keperuntukannya, apakah untuk masjid atau untuk kemaslahatan muslimin.

e). Tidak diketahui asal usulnya; artinya tanah halaman masjid tidak diketahui statusnya, apakah berasal dari waqaf ,milik masjid atau sudah ada sebelum masjid berdiri.

Hukum penyembelihan hewan kurban di halaman masjid tergantung dari status tanah halaman masjid tersebut.

Jika status tanah halaman masjid model a dan b, maka hukumnya tidak boleh, karena penggunaan harta milik masjid harus semata-mata untuk kepentingan masjid yang bersangkutan, bukan untuk kepentingan perorangan atau umum.

Akan tetapi jika sebelumnya tanah tersebut di sewa dengan harga yang pantas, maka boleh disembelih di tempat tanah tersebut selama tidak mengganggu kegiatan masjid dan tidak menggunakan fasilitas masjid, seperti jeding masjid, gayung, sapu dll.

Sedangkan pada tanah masjid model b, pemanfaatannya hanya untuk keperluan masjid sesuai dengan maksud waqif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X