Ketika proklamasi, naskah Piagam Jakarta tidak jadi dibacakan sebagai teks proklamasi. Teks baru dirumuskan malam tanggal 16 Agustus. Teks baru proklamasi yang dibacakan tanggal 17 Agustus adalah teks yang kita kenal sekarang “Kami bangsa Indonesia..” dst. Namun naskah Piagam Jakarta disepakati akan menjadi Pembukaan UUD yang disahkan tanggal 18 Agustus 45.
Sebelum disahkan, Sukarno dan Hatta minta tokoh-tokoh Islam setuju kata Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya dihapus. Walaupun kecewa, namun Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo akhirnya menerima ajakan Sukarno dan Hatta.
Kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya akhirnya dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Jadi kompromi terakhir tentang landasan falsafah negara Pancasila dengan rumusan seperti dalam Pembukaan UUD 1945 adalah terjadi tanggal 18 Agustus 45.
Jadi hari lahirnya Pancasila bukanlah tanggal 1 Juni, tetapi tanggal 18 Agustus ketika rumusan final disepakati dan disahkan.
Pidato Sukarno tanggal 1 Juni barulah masukan, sebagaimana masukan dari tokoh-tokoh lain, baik dari golongan kebangsaan maupun dari golongan Islam. Apalagi jika kita bandingkan usulan Sukarno tanggal 1 Juni cukup mengandung perbedaan fundamental dengan rumusan final yang disepakati 18 Agustus. Ketuhanan saja diletakkan Sukarno sebagai sila terakhir, tetapi rumusan final justru menempatkannya pada sila pertama.
Baca Juga: 296 Pasutri Ikuti Sidang Isbat Nikah
Sukarno mengatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi trisila dan trisila dapat diperas lagi menjadi ekasila yakni gotong-royong. Rumusan final Pancasila menolak pemerasan Pancasila menjadi trisila dan ekasila tersebut.
Demikianlah penjelasan saya tentang Hari Lahirnya Pancasila atau Hari Pancasila semoga ada manfaatnya.
Artikel Terkait
Sijago Merah Lalap Bangunan Ponpes Nurul Barokah
Sah, Mimah Rohimah Jadi Ketua Senat Mahasiswa Fikom UNPI Cianjur
Ikanas Jawa Barat AKan Ramaikan Turnamen Seni Bela Diri Karate di Cianjur
Tetap Waspada, Beberapa Kota Besar di 9 Provinsi Berpotensi di Landa Hujan dan Petir
Keren, 10 Geopark Indonesia yang Mendunia, Ada dari Sukabumi
Rumah Mewah Yang Disulap Jadi Pabrik Ekstasi Berhasil DIungkap Polisi, Sejam Bisa Produksi 3.000 Butir
Dana Kampanye Ilegal Berpotensi Masuk Bila KPU Menghapus Kebijakan Pelaporan Dana Kampanye Pemilu 2024
Menko Polhukam: Ende Tempat Lahirnya Ide Spektakuler Ramuan Pancasila
296 Pasutri Ikuti Sidang Isbat Nikah
Kapolda Yogyakarta Jadi Narasumber Dialog Kebangsaan