Penyihir Itu Bernama Musik Coldplay

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 22 Mei 2023 | 09:30 WIB
Group Band Coldplay (Instagram/@coldplay)
Group Band Coldplay (Instagram/@coldplay)

Oleh : Nanang Gojali (Pembina Ngabar Cianjur)

Menyaksikan panggung sandiwara saat ini kadang menggelikan membuat kita terbahak-bahak, kadang membingungkan, kadang juga menjengkelkan.

Tidak jarang pula ketiga emo itu bercampur menjadi satu layaknya ketoprak atau gado-gado.

Di satu sisi, panggung ini menyuguhkan tontonan Panji Gumilang cs yang menjengkelkan karena tak hentinya menebar kontroversi, dan pemerintah belum bertindak.

Kontroversi demi kontroversi dibuatnya tanpa ada rasa bersalah sama sekali, membuat publik yang berakal sehat terus memendam kegeraman dan kemarahannya. Entah sampai kapan kemarahan itu terlunaskan?

Di sudut panggung yang lain, ada pertunjukkan banyak orang sedang berebut tiket untuk bisa menonton konser musik dunia Coldplay.

Baca Juga: Konser Amal Gempa, Siswa MAN 2 Cianjur Tampilkan Kreasi Seni Musik Kontemporer

Padahal jadwal konser itu baru akan berlangsung bulan November. Masih setengah tahun lagi berebut tiket masuk dari sekarang karena takut tidak kebagian.

Meskipun tensi kontroversinya tidak setajam kasus Panji Gumilang, rencana hadirnya grup band asal Inggris itu tak pelak menimbulkan pro kontra.

Yang kontra terutama dari kalangan ulama termasuk MUI. Bahkan pentolan PA 212, Novel Bamukmin sudah menebar ancaman akan menggeruduk Bandara Soetta pada saat pesawat yang membawa personil gruo band tersebut mendarat.

Konon, ada dua alasan penting kenapa PA 212 bersikeras menolak kedatangan Coldplay ke Indonesia. Pertama, karena personil grup tersebut atheis.

Kedua, karena grup tersebut pendukung LGBT. Karena musik sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku hidup, alumni 212 tampaknya khawatir apabila kedatangan grup Coldplay akan membawa dampak buruk terhadap perkembangan LGBT di negara kita sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Jika saya mencoba menganalisis fenomena sihir yang secara teologis didefinisikan sebagai ilmu atau ketrampilan ajaib yang dilakukan orang non muslim.

Fungsi sihir itu menaklukkan, menundukkan, membuat orang terkesima, terpesona dan terpana. Maka kesimpulan saya bahwa penyihir terbesar pada zaman menjelang akhur ini adalah musik dan sepak bola.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X