Pengalaman Dakwah di Amerika membuka mata betapa dahsyatnya Al-Quran merubah manusia. Dari seseorang yang marah dan benci menjadi seseorang yang simpati bahkan menerima, mencintai dan membela kebenaran.
Satu contoh yang pernah saya sampaikan adalah seseorang yang saya temui 4 hari Pasca Peristiwa 9/11. Hari itu adalah hari Jumat. Di pagi hari saya bersama beberapa tokoh agama New York diminta mendampingi Presiden Bush mengunjungi Ground Zero. Lalu di sore hari ada “memorial service” atau mendoakan mereka yang ditimpa musibah dengan serangan itu.
Singkatnya Setelah saya berdoa saya di datangi oleh seorang pria berkulit putih dan mengenalkan diri sebagai Muslim. Awalnya saya tidak Percaya. Bahkan curiga jangan-jangan dia mata-mata atau FBI.
Setelah acara selesai saya dekati dan bertanya: “Kapan anda masuk Islam?”. Saya terkejut dengan jawabannya: “baru hari kemarin”.
Saya terkejut karena hari-hari itu orang-orang Amerika marah, curiga dan membenci Islam. Kok bisa masuk Islam?
Jawabannya adalah karena Al-Qur’an. Menurutnya pada hari kejadian 9/11 dia menonton salah satu kanal TV Amerika. Dan salah seorang penyiar (anchor) TV itu menyebut pelaku teror itu terinspirasi oleh Al-Qur’an. Maka dia pergi mencari toko di mana dia dapat membeli Al-quran. Dia ternyata membelinya di sebuah toko buku di Masjid 96st street.
Dia membeli dan membaca Al-Qur’an bukan untuk mengetahui isinya. Tapi untuk mencari pembenaran jika memang Al-Qur’an itu adalah Inspirasi terror. Menurutnya lagi, dia baca Al-Qur’an itu dua hari dua malam untuk menemukan Inspirasi teror itu. Tapi menurutnya lagi: “the more I tried to find that terror inspiration, the more I feel attracted to read it. And the more I read it the more I found the opposite of the terror” (semakin saya baca Al-Qur’an semakin saya jatuh hati. Dan semakin saya baca semakin saya tidak menemukan Inspirasi teror, tapi sebaliknya/kedamaian).
Baca Juga: Artis Iqbal Pakula Tutup Usia, Begini Kata Orang yang Mengenalnya
Ini hanya satu contoh kongkrit betapa Al-Qur’an itu memiliki kekuatan atau atraksi yang dahsyat untuk merubah hati/jiwa manusia. Teman kita ini yang bernama “Mark” saat ini seringkali ikut Dakwah Street di New York, membagi Al-Qur’an yang dia sebut sebagai “the healing power” (penyembuhan yang dahsyat).
Keberkahan Ramadan menjadi spesial dengan diturunkannya Al-Qur’an di bulan ini. “Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelas bagi petunjuk itu dan sebagai pembeda (antara hak dan batil).
Semoga kita mendapat keberkahan ini dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan acuan dalam menjalani sisa-sisa kehidupan kita. Amin!
Manhattan City, 27 April 2023
* Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Sukamantri Sumedang Bakal Gelar Halal Bihalal dan Temu Alumni Akbar
Lebaran Bersama Dhita Ayu Kinantari, Miss Hijab Sosial Indonesia 2021
Mahfud MD Larang ASN, TNI dan Polri Gelar Halal Bihalal, Begini Ketentuannya
Persib Bandung Evaluasi Kinerja Tim, Siapa Pemain Asing yang Terdepak?
Masyarakat Sambut Baik Mudik Gratis dengan Kapal Perang TNI AL
Lebih Dekat dengan Patricia Bella Olina, Puteri Indonesia Bangka Belitung 2 2023
Ini Kata Ganjar Pranowo Perihal Peluang Cawapres Pendampingnya di 2024
Artis Iqbal Pakula Tutup Usia, Begini Kata Orang yang Mengenalnya
Menko Polhukam Tegaskan RUU Perampasan Aset Bakal Segera Dibahas, Koruptor Dibikin Miskin
Magang di DPR RI Bersama Ade Sahrul: Menjelajahi Dunia Legislasi dan Menambah Relasi