Imam Shamsi Ali
Al-Quran yang diturunkan secara menyeluruh (jumlatan wahidatan) di malam yang Istimewa itu, pada dirinya sangat Istimewa. Keistimewaan Al-Qur’an itu ada pada segala aspeknya. Tidak ada yang terkait Al-Qur’an kecuali menjadi Istimewa.
Bulan dan malam diturunkannya menjadi Istimewa. Itulah Ramadan dan laelatul Qadar. Rasul yang menerimanya menjadi “sayyid al-ambiya wal mursaliin” (penghulu para nabi dan rasul). Umat yang padanya ditujukan Al-Qur’an menjadi “khaer ummah” (umat terbaik).
Al-Qur’an sendiri menjadi Kitab Suci yang Istimewa karena dipilih menjadi Kitab suci yang mengandung segala kandungan kitab-kitab suci lainnya. Artinya apa yang ada di Taurat, Injil, Zabur, maupun Shuhuf Ibraim, semuanya terwakilkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh manusia di seluruh tempat dan waktu.
Jika Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa AS dan Kitab Zabur yang diturunkan kepada Daud AS disebut Perjanjian Lama (Old Testament) dan Injil yang diturunka kepada Isa SA disebut Perjanjian Baru (New Testament). Maka Al-Qur’an dapat disebut sebagai “Perjanjian Final” (Final Testament) yang diturunkan untuk umat manusia.
Secara sederhana Al-Qur’an didefenisikan sebagai “Kalam Allah yang bersifat Mu’jizat, yang diturunkan kepada Muhammad, dan membacanya bernilai ibadah”.
Baca Juga: Magang di DPR RI Bersama Ade Sahrul: Menjelajahi Dunia Legislasi dan Menambah Relasi
Defenisi ini mengandung empat poin utama:
Satu, bahwa Al-Qur’an itu adalah Kalam Allah. Sehingga Kalam yang lain dengan sendirinya tersisihkan (excluded). Bahkan kalam (Kata-kata) Muhammad SAW juga tidak menjadi bagian dari Al-Qur’an.
Kedua, bahwa Al-Qur’an itu adalah mu’jizat terpenting dan terutama Rasulillah SAW. Mu’jizat yang bersifat abadi dan hadir pada masa-masa yang menantang. Di saat bahasa manusia menjadi keangkuhannya Al-Qur’an hadir menantang dengan bahasa yang mengalahkan (mu’jiz). Ketika keilmuan manusia menjadi keangkuhan, Al-Qur’an hadir menantang dengan fakta-fakta keilmuan yang mengalahkan (mu’jiz). Demikian seterusnya.
Ketiga, bahwa Al-Qur’an itu diturunkan kepada Muhammad SAW. Dengan demikian semua pengakuan akan adanya wahyu yang diturunkan kepada selain Muhammad batal dengan sendirinya. Termasuk pengakuan kaum syiah tentang 1/3 wahyu yang diturunkan kepada Ali (Karramallahu wajhah).
Keempat, bahwa membaca Al-Qur’an itu berbeda dari membaca buku-buku atau kitab lainnya. Hanya Al-Qur’an yang ketika membacanya bernilai ibadah. Bahkan setiap huruf bernilai 10 pahala seperti yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.
Jika kita mengkaji makna-makna kemu’jizatan Al-Qur’an maka pembahasannya tidak akan habis. Saya hanya ingin menyampaikan sekali lagi bahwa kemu’jizatan Al-Qur’an yang terpenting Al-Quran ada pada “al-i’jaaz ar-ruuhi” atau kemu’jizatan ruhiyah. Yaitu sebuah kekuatan batin yang membawa perombakan dahsyat dalam kehidupan manusia. Baik pada tataran individu maupun jama’ah (publik).
Baca Juga: Menko Polhukam Tegaskan RUU Perampasan Aset Bakal Segera Dibahas, Koruptor Dibikin Miskin
Al-Qur’anlah yang merubah Umar Ibnu Khattab dari kejahilan yang dalam menjadi seorang Umar Al-Faaruuq. Al-Qur’an pula yang merubah Bilal Ibnu Rabah dari seseorang dengan mentalitas yang hina menjadi seseorang dengan mentalitas yang penuh izzah (kemuliaan). Pada tataran kolektif Al-Qur’anlah yang merubah Jazirah Arab dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang (minaz zulumat ilan nuur).
Artikel Terkait
Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Sukamantri Sumedang Bakal Gelar Halal Bihalal dan Temu Alumni Akbar
Lebaran Bersama Dhita Ayu Kinantari, Miss Hijab Sosial Indonesia 2021
Mahfud MD Larang ASN, TNI dan Polri Gelar Halal Bihalal, Begini Ketentuannya
Persib Bandung Evaluasi Kinerja Tim, Siapa Pemain Asing yang Terdepak?
Masyarakat Sambut Baik Mudik Gratis dengan Kapal Perang TNI AL
Lebih Dekat dengan Patricia Bella Olina, Puteri Indonesia Bangka Belitung 2 2023
Ini Kata Ganjar Pranowo Perihal Peluang Cawapres Pendampingnya di 2024
Artis Iqbal Pakula Tutup Usia, Begini Kata Orang yang Mengenalnya
Menko Polhukam Tegaskan RUU Perampasan Aset Bakal Segera Dibahas, Koruptor Dibikin Miskin
Magang di DPR RI Bersama Ade Sahrul: Menjelajahi Dunia Legislasi dan Menambah Relasi