Oleh: Imam Shamsi Ali
Walaupun judulnya “bincang-bincang ringan” sesungguhnya pembicaraan dengan Congresswoman Ilhan Omar malam iti sangat serius dan seru. Berbagai isu keumatan, baik domestik maupun gobal menjadi pembicaraan yang spontan, santai, tapi serius.
Ilhan Omar adalah satu dari tiga anggota Kongress Amerika (semacam DPR) yang beragama Islam. Uniknya lagi, dua dari tiga anggota itu adalah wanita. Dan lebih unik lagi Ilhan adalah pengungsi (refugee) dari Somalia yang datang ke Amerika di saat masih berumur 7 tahun.
Tentu yang juga membanggakan karena Ilhan yang berdarah Yaman-Somalia ini konsisten dengan ajaran Islam di antaranya tetap memakai hijab.
Baca Juga: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2023
Pertemuan semalam (Minggu malam) itu sebenarnya diinisiasi oleh YAMA (persyerikatan warga Yaman di US). Pertemuan terbatas itu hanya diikuti 15 orang, dan satu-satunya non Yaman adalah saya. Kehadiran saya karena selain memang kenal dekat Ilhan sejak 3 tahun terakhir, juga kedekatan saya dengan Warga Yaman di kota New York.
Sebagai satu-satunya Imam yang hadir saya diminta membuka dengan doa. Saya memilih membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah. Sebelum membaca saya jelaskan bahwa ayat ini relevan dengan situasi Ilhan yang berusaha melakukan yang terbaik.
Tapi kita juga sadar dengan keterbatasan kita sebagai manausia. Dan karenanya kita mengembalikan segala urusan kepada Pemilik langit dan bumi untuk memberikan pertolongannya (wanshurna alal qaumil kaafiriin).
Baca Juga: BPH Migas Catat Penggunaan BBM Nasional Terus Meningkat
Ilhan kemudian memulai pengantar singkatnya dengan mengatakan bahwa beliau selalu merasa sebagai orang biasa.
Mungkin bagi banyak orang menjadi anggota Kongress itu sesuatu yang luar biasa. “Tapi bagi saya, kesempatan ini tidak merubah siapa saja”.
Beliau kemudian mengenang kembali masa kecilnya di Somalia. Bagaimana harus berlari bersama keluarganya ke sana kemari untuk menyelamatkan diri. Beliapun menyebutkan bahwa Ibunya adalah keturunan Yaman.
Ayahnya yang asli Afrika (Somalia). Singkatnya Allah mentakdirkan dirinya bersama keluarga diterima untuk menjadi pengungsi di Amerika.
Perjalanan hidupnya yang pahit menjadi cambuk baginya untuk melakukan perubahan. Maka sejak di sekolah menengah hingga mahasisiwi selain sungguh-sungguh belajar, juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan Komunitas. Semua ini menjadi inspirasi baginya untuk mengambil bagian di dunia kontestasi politik.
Singkatnya beliau pun terpilih menjadi anggota kongress mewakili Minnesota dengan pemilih yang tidak seperti selama ini disangkakan. Banyak yang menyangka jika pemilih beliau mayoritasnya warga Somali. Ternyata 90% konstituen Ilhan itu dari White Americans (warga kulit putih).
Artikel Terkait
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Bakal Segera Dibuka, Berikut Aturannya
Genjot IPM, Kordik Kecamatan Cianjur Gelar Pentas Kreasi Siswa SD Tahun 2023
Bartek Marszalek Juara F1 Powerboat Toba Sumatera Utara
Angin Kencang Warnai Lomba F1 Powerboat Danau Toba
Presiden dan Sejumlah Menteri Saksikan Lomba F1 Powerboat Danau Toba
KPK dan BI Jalin Kerjasama, Buru Pelaku Kasus Korupsi
Sri Mulyani Minta Jajaran Pegawai Pajak Jaga Kepercayaan Publik
MUI Resmi Terbitkan Ketetapan Halal Mixue Ice Cream dan Tea
Patroli Pengawasan, Panwaslu Desa Se-Kecamatan Pagelaran Berinisiasi Membentuk Posko Gabungan
Prof. KH. Ali Yafie, Sosok Ulama Tradisionalis yang Inklusif-Modern