Pertama, Karakter Rasulullah SAW yang diutus dari kalangan umatnya (dialah Allah yang mengutus kepada “ummiyiin” seorang Rasul dari kalangan mereka”. Penekanan “dari kalangan mereka” menunjukkan bahwa posisi kita sebagai pelanjut risalah (Dakwah) harus menjadi bagian dari mereka.
Kedua: bahwa dengan “menjadi bagian dari mereka” akan tumbuh rasa percaya diri. Negara tempat kita berada adalah milik kita sebagaimana milik Komunitas lain. Dan ini akan menjadi penguat dalam mewujudkan karakter Umat sebagai “rahmatan lil-alamin”. Kontribusi hanya akan maksimal ketika kita merasa bagian dan pemilik dari negara di mana kita berada.
Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, PPP Konsolidasi Jelang Pileg 2024
Sesungguhnya pendapat saya tersebut bukan hal baru. Seorang tokoh Musllim Eropa, Tariq Ramadan, sejak lama melemparkan hal yang sama. Bahwa untuk Umat Islam Eropa (dan Amerika) harus mampu lepas dari mindset sebagaj tamu di negaranya. Dan itu mengharuskan mempercepat proses integrasi di negara mana mereka berada.
Tentu diakui bahwa pandangan ini tidak jarang juga disalah pahami oleh sebagian masyarakat Muslim di Barat. Pada akhirnya yang terjadi bukan integrasi. Tapi melebur ke dalam masyarakat tanpa menjaga batas-batas yang ditetapkan oleh ajaran dan nilai-nilai agama. Karenanya kita melihat ada orang Islam Barat yang jauh lebih liberal, baik pandangan maupun prilaku, daripada orang Barat itu sendiri.
Saya senang dan tentunya bangga telah menjadi mewakili Komunitas Muslim Amerika di acara Trans-Atlantic dialogue ini. Yang sesungguhnya bukan hal baru bagi saya. Di tahun 2007 lalu saya menjadi salah seorang peserta dan pembicara mewakili Komunitas Muslim Amerika di acara yang sama ketika diadakan di Frankfurt Jerman.
Tentu harapannya semoga hari ini lebih dari kemarin. Dan hari esok akan lebih baik dari hari ini. Karena Islamophobia bukan baru. Terjadi hari ini dan akan terjadi esok hingga zaman berakhir (akhir zaman).
Baca Juga: Tanamkan Karakter Islami, BKPRMI Cianjur Laksanakan Peragaan Manasik Haji
NYC Subway, 21 Februari 2023
Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
Kemenhan RI Buka Pendaftaran Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Almanshuriyah Invitation Tahun 2023
Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) Lakukan Aksi Jilid V Ke Gedung DPRD, Ini Tuntutannya
Geger! Wulan Guritno Open BO, Alasannya Bikin Penasaran
Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Cianjur dan Sekitarnya
Gila...Pria Tua Sengaja Menginjak Bendera Merah Putih, Warganet Geram !
Tanamkan Karakter Islami, BKPRMI Cianjur Laksanakan Peragaan Manasik Haji
Panaskan Mesin Politik, PPP Konsolidasi Jelang Pileg 2024
Negara-Negara Tarik Bantuan dari Turki, Lantaran Situasi Tidak Aman
Pedestrian Cianjur di Jalan Siliwangi, Habiskan Dana Ratusan Juta Rupiah