Puisi dan Religi

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 11 Maret 2026 | 09:25 WIB
Bandara SMB II Palembang. Menghadapi arus mudik lebaran 1447 H pihak bandara menyiapkan 519 personel gabungan
Bandara SMB II Palembang. Menghadapi arus mudik lebaran 1447 H pihak bandara menyiapkan 519 personel gabungan

Oleh: Yudi Latif

Saudaraku, kemarin (10/03/26), Dompet Dhuafa menggelar acara Puisi dan Religi. Acara syahdu yang mengingatkan saya pada sosok Jalaluddin Rumi, guru spiritual yg lahir di wilayah Persia (Iran) dan meninggal di daerah Turkiye.

Karyanya diapresiasi lintas agama dan budaya, yang memberi bukti bahwa suatu ajaran spiritual yg bersifat universal itu mungkin.

Karya Rumi memiliki keistimewaan dan kedalaman spiritual; menggambarkan hubungan manusia dgn Tuhan, cinta ilahi, dan perjalanan menuju pencerahan.

Ia menggunakan simbolisme sufistik utk menjelaskan konsep metafisika yg kompleks, spt persatuan dgn Sang Ilahi.

Tema utama dalam karyanya adalah cinta universal—baik cinta kepada Tuhan, sesama manusia, maupun alam semesta.

Baginya, cinta adalah jalan utk mencapai penyatuan dgn Tuhan. Hal ini tercermin dlm syair-syairnya yg penuh keindahan dan menyentuh hati.

Rumi sangat mahir menggunakan metafora yg kaya dan mendalam, spt anggur, tarian, api, dan musik, utk menyampaikan pesan spiritual.

Gaya bahasanya bersifat universal dan inklusif; tidak membedakan agama, budaya, atau ras. Pesannya menekankan persatuan dan kemanusiaan. Sebagai seorang sufi, ia menolak eksklusivitas dogma dan lebih mengutamakan pengalaman batin.

Puisi-puisinya memiliki irama dan estetika yg memukau, sehingga tetap relevan hingga kini.

Ia menulis dalam bahasa Persia, tetapi karyanya telah diterjemahkan ke banyak bahasa, tanpa kehilangan esensi.

Karya-karyanya Abadi. Masnavi-i Ma’navi (Masnavi), sering disebut "Al-Qur'an dalam bahasa Persia," merupakan kumpulan cerita, perumpamaan, dan refleksi spiritual yg mendalam.

Rumi juga dikenal sebagai inspirasi bagi tarian sufi (Whirling Dervishes), berupa gerak melingkar yg melambangkan perjalanan menuju Tuhan. Musik sering menjadi elemen penting dlm ritual sufistik yg diilhami oleh ajarannya.

Meski berasal dari abad ke-13, pesan Rumi tetap relevan di era modern krn menyentuh aspek universal dari kehidupan manusia: cinta, kebahagiaan, pencarian makna, dan kebijaksanaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X