Oleh: Munawir Kamaluddin
Apakah perbedaan memang ditakdirkan untuk dipertentangkan, atau justru untuk disatukan?
Mengapa sesuatu yang lahir dari kehendak Tuhan sering kali berujung pada pertengkaran manusia?
Dan di tengah dunia yang kian gaduh oleh klaim kebenaran, masihkah kita mampu melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan ancaman?
Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak kita berhenti sejenak dari kebiasaan menghakimi, lalu menundukkan hati untuk merenung.
Sebab perbedaan bukanlah kecelakaan sejarah, melainkan ketetapan Ilahi yang sarat makna.
Dunia tidak diciptakan dengan satu warna, satu suara, dan satu cara pandang. Justru dalam keragaman itulah kehidupan menemukan dinamika dan keseimbangannya.
Allah berfirman dengan sangat jelas:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”(QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan perbedaan bukanlah untuk saling meniadakan, tetapi untuk saling memahami.
Namun dalam praktik kehidupan sosial, perbedaan sering kali kehilangan maknanya. Ia berubah menjadi alat pembeda kasta, bahan bakar konflik, bahkan pembenaran untuk menyingkirkan yang lain.
Padahal, setiap perbedaan adalah potongan mozaik yang bila disusun dengan kesadaran akan membentuk keindahan.
Seperti anyaman, kekuatannya tidak lahir dari satu helai benang, tetapi dari pertautan banyak helai yang saling menguatkan. Benang yang berdiri sendiri mudah putus, tetapi ketika disatukan, ia mampu menahan beban.
Rasulullah SAW. mengingatkan kita tentang nilai persaudaraan dan keterikatan sosial:
lالْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti bangunan, saling menguatkan satu sama lain.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Bangunan tidak mungkin kokoh jika seluruh batunya sama bentuk dan ukurannya. Ia justru kuat karena perbedaan fungsi setiap bagian.
Artikel Terkait
Mantan GubernurJawa Barat Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf Lewat Unggahan Instragram
Ketua GenZi Angkat Suara, Janji Beasiswa Bupati Cianjur Kembali Dipertanyakan
Jelang Duel Persib vs PSM, Federico Barba Siap Bertarung
RAMALAN Shio 2026: Siapkan Mental, Ini 3 Shio yang Perlu Ekstra Sabar di Tahun Kuda Api
HARGA Emas Pegadaian Hari Ini, 25 Desember 2025: Produk UBS dan Galeri24 Jadi Semahal Ini
Head to Head Persib vs PSM di Super League: Tak Ada yang Lebih Mendominasi
Mutiara Pagi: Kenikmatan Toleransi (Bagian 2069)
Fikri dan Anis Resmi Maju di Pemiluma IAI Al-Azhary Periode 2026–2027
Ramalan Shio 2026: 3 Shio Ini bakal Ketiban Rezeki Nomplok di Tahun Kuda Api
WAR Tiket Persib vs PSM Makassar, Cek Link Pembelian Resmi Mulai Rp125 Ribu Jangan Sampai Kehabisan!